BANGKO, MATAJAMBI.COM – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi memulai inovasi baru dalam mendekatkan diri dengan masyarakat melalui program Sholat Subuh Berjamaah yang dikemas dalam kegiatan Subuh Keliling atau Subling. Program ini perdana digelar pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Masjid Nurul Falah, kawasan Pasar Baru, Bangko.
Kegiatan ini tidak hanya difokuskan sebagai ibadah bersama, tetapi juga menjadi ruang interaksi langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui momentum Subuh, suasana yang lebih santai dimanfaatkan untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka.
Dalam pelaksanaannya, Subling juga disertai kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat. Pemerintah menyalurkan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, serta memberikan dukungan kepada pengurus masjid melalui bantuan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh M. Syukur bersama A. Khafidh, Sekretaris Daerah Zulhifni, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Merangin. Hadir pula tokoh agama dan masyarakat, termasuk Ketua DMI Arfandi Ibnu Hajar dan Ketua MUI Joni Musa.
Bupati Merangin, M. Syukur, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang dilakukan secara langsung di tengah aktivitas keagamaan dapat membuka ruang diskusi yang lebih efektif dan jujur.
Ia menilai, banyak persoalan di masyarakat yang terkadang tidak tersampaikan melalui jalur formal. Dengan adanya Subling, pemerintah dapat langsung mendengar keluhan, masukan, hingga ide-ide pembangunan dari warga tanpa sekat birokrasi.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan setiap hari Jumat juga disesuaikan dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah diterapkan di lingkungan Pemkab Merangin. Dengan sistem kerja yang lebih fleksibel, para pejabat daerah dapat turun langsung ke lapangan tanpa mengganggu tugas utama mereka.Sementara itu, Wakil Bupati A. Khafidh memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah kini bukan hanya isu lokal, tetapi telah menjadi perhatian nasional yang membutuhkan kesadaran bersama.
Pesan serupa juga disampaikan oleh Ketua DMI Merangin, Arfandi Ibnu Hajar. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman, tetapi juga mengatur waktu dengan baik dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana pesan yang terkandung dalam Surah Al-’Asr.
Ke depan, program Subuh Keliling ini direncanakan akan terus berlanjut dan berpindah dari satu masjid ke masjid lainnya di wilayah Merangin. Pemerintah berharap, kegiatan ini mampu memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan konsep yang memadukan ibadah, dialog, dan aksi sosial, Subling diharapkan menjadi salah satu program unggulan daerah yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan spiritual masyarakat Merangin.