JAMBI, MATAJAMBI.COM – Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menghadiri kegiatan bedah buku berjudul “Babad Alas” karya Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, yang digelar di Gedung UNIFAC Lantai 1 Universitas Jambi pada Rabu 15 April 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi serta Kementerian Dalam Negeri.
Acara ini turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, para akademisi, civitas akademika, serta ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang tampak antusias mengikuti jalannya diskusi.
Dalam kesempatan itu, Bima Arya hadir langsung sebagai pembicara utama sekaligus penulis buku. Ia memaparkan berbagai pengalaman kepemimpinannya selama menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama dua periode, yakni 2014 hingga 2019 dan 2019 hingga 2024.
Buku “Babad Alas” disebut sebagai refleksi perjalanan panjang dalam memimpin daerah dengan berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi.
Bima Arya menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki keberanian dalam menghadapi perbedaan dan persoalan yang muncul. Menurutnya, kemampuan untuk tetap tenang serta memberikan penjelasan yang jelas di tengah tekanan menjadi salah satu indikator penting kepemimpinan yang matang.
Ia juga membagikan pesan kepada mahasiswa yang ingin terjun ke dunia kepemimpinan. Menurutnya, karakter seorang pemimpin tidak terbentuk di zona nyaman, melainkan melalui proses panjang yang penuh dengan perbedaan pandangan dan tantangan.“Seorang pemimpin harus terbiasa menghadapi perbedaan. Dari situlah karakter dan ketangguhan akan terbentuk,” ujarnya.
Selain itu, Bima menekankan bahwa kepemimpinan harus didasarkan pada nilai, ideologi, dan strategi yang kuat. Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan dalam membangun dukungan, baik dari masyarakat, kalangan elit, maupun birokrasi.
Tak kalah penting, keberanian dalam mengambil keputusan yang berlandaskan prinsip, seperti komitmen terhadap anti korupsi dan kepentingan publik, menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan sejatinya bukan sekadar kekuasaan, melainkan bentuk pengabdian yang harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Bima Arya dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman yang dibagikan menjadi referensi berharga, tidak hanya bagi kepala daerah, tetapi juga bagi generasi muda yang sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.