“Ini merupakan upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, sekaligus menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat luas,” tutur Maulana.
Tidak hanya itu, Pemkot Jambi juga tengah mengusulkan revitalisasi kawasan Rumah Batu di Olak Kemang melalui Kementerian Kebudayaan. Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah penting dan berpotensi menjadi daya tarik wisata baru di Kota Jambi.
“Desain dan dokumen perencanaannya sudah tersedia. Kita tinggal menunggu proses lebih lanjut agar kawasan bersejarah ini bisa direvitalisasi dan menjadi daya tarik wisata baru,” tambahnya.
Maulana optimistis, apabila seluruh program tersebut terwujud, kawasan Seberang Kota Jambi akan menjadi destinasi wisata budaya Melayu yang lengkap dan terintegrasi.
“Nanti wisatawan yang datang ke Jambi bisa memilih berbagai destinasi di kawasan seberang. Mulai dari Gentala Arasy, Kampung Batik, Rumah Batu, Kampung Nelayan, masjid tua hingga pesantren. Semua akan terhubung dalam satu paket wisata budaya Melayu,” katanya.
Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, Pemerintah Kota Jambi juga telah menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman atau Perkim melakukan pemasangan titik-titik lampu penerangan jalan di Kecamatan Danau Teluk dan Kecamatan Pelayangan. Saat ini, anggarannya sedang diajukan ke pemerintah pusat.
“Saya ingin dua kecamatan ini menjadi kawasan pertama yang seluruh lampu jalannya menyala. Kawasannya harus terang benderang sehingga mendukung aktivitas masyarakat dan pengembangan wisata,” tegas Maulana.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah menyusun desain pembangunan secara komprehensif. Perencanaan tersebut mencakup infrastruktur jalan, penataan kawasan, fasilitas pendukung wisata, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kita tidak boleh setengah-setengah. Kampung Batik harus menjadi kawasan yang benar-benar menarik, nyaman, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Jambi,” pungkas Wali Kota Jambi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Nella Ervina, memaparkan perkembangan sejumlah kolaborasi strategis yang telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan terakhir bersama OPD terkait, BAZNAS Kota Jambi, dan Bank Indonesia Provinsi Jambi.
Dari sisi infrastruktur, pembangunan pendopo dan peningkatan jalan lingkungan terus dipersiapkan untuk menunjang kenyamanan kawasan wisata Kampung Batik Ulu Gedong.
Sinergi dengan BAZNAS Kota Jambi juga memasuki tahap finalisasi administrasi Perjanjian Kerja Sama atau PKS. Dukungan BAZNAS diarahkan untuk pengadaan peralatan printing batik guna meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing para pengrajin.