Gangguan listrik berskala besar seperti ini berdampak langsung terhadap berbagai sektor. Selain rumah tangga, pelaku usaha kecil, layanan publik, fasilitas kesehatan, dan sektor perdagangan turut merasakan imbasnya. Aktivitas ekonomi masyarakat ikut terganggu karena sebagian transaksi dan operasional usaha bergantung pada pasokan listrik yang stabil.Sebelumnya, PLN menyampaikan bahwa indikasi awal gangguan berasal dari jalur transmisi 275 kilovolt antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan pada jalur tersebut diduga menjadi pemicu terganggunya sistem kelistrikan yang kemudian meluas ke jaringan Sumatera.
Direktur Utama PT PLN Persero, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa ruas transmisi tersebut sempat keluar dari sistem utama setelah mengalami gangguan. Faktor cuaca buruk disebut menjadi salah satu dugaan awal penyebab terjadinya gangguan tersebut.
“Indikasi awal ada gangguan cuaca pada ruas transmisi 275 kV Muara Bungo dan Sungai Rumbai,” ujar Darmawan Prasodjo, Sabtu, 23 Mei 2026.Dengan turunnya Bareskrim Polri bersama Puslabfor, penyebab blackout Sumatera diharapkan dapat segera diketahui secara terang. Hasil pemeriksaan forensik terhadap kabel transmisi yang putus akan menjadi bagian penting dalam memastikan apakah peristiwa tersebut murni akibat gangguan teknis dan cuaca, atau terdapat faktor lain yang ikut berperan.
Masyarakat pun berharap hasil penyelidikan dapat segera diumumkan secara terbuka. Selain untuk menjawab keresahan publik, langkah ini juga penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan sistem kelistrikan di Sumatera dapat diperkuat ke depannya.