MATAJAMBI.COM – Isu teror pocong yang sebelumnya ramai dibicarakan di sejumlah wilayah Tangerang kini merembet ke daerah lain. Salah satu yang menyita perhatian publik terjadi di Lamongan, Jawa Timur, setelah sebuah video yang menampilkan sosok menyerupai pocong viral di media sosial.
Video tersebut disebut direkam pada Jumat, 22 Mei 2026. Dalam rekaman yang beredar, tampak sosok pocong berdiri di depan rumah warga di kawasan Tumenggungan, Lamongan, Jawa Timur.
Perekam video terlihat mengarahkan cahaya senter ke arah sosok tersebut. Dalam rekaman itu, pocong tampak menggerakkan kepala beberapa kali hingga membuat suasana terlihat mencekam.
“Siapa itu? Lari, lari!” terdengar suara perekam video dalam unggahan yang dikutip dari akun Instagram @polres.lamongan, Minggu, 24 Mei 2026.
Setelah video itu ramai tersebar dan menimbulkan keresahan warga, Polres Lamongan langsung melakukan penelusuran. Hasilnya, sosok pocong yang viral tersebut bukan kejadian mistis ataupun aksi kriminal, melainkan ulah dua remaja yang sengaja membuat konten prank.
Dua remaja berinisial MAB dan MMA diketahui membuat video tersebut karena ikut-ikutan tren yang sedang ramai di media sosial. Mereka mengaku hanya berniat bercanda dan menakut-nakuti teman-temannya.
“Itu untuk nge-prank teman-teman, bercanda. Tidak ada niat mencuri,” kata salah satu remaja tersebut.Dalam aksinya, kedua remaja itu memiliki peran masing-masing. MAB bertugas merekam video, sementara MMA menyamar menjadi pocong menggunakan dua sarung berwarna putih.
“Saya yang merekam, dia yang jadi pocong. Pakai sarung, lalu dibuat status WhatsApp. Tidak tahu kok bisa menyebar,” ujar MAB saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Keduanya mengaku membuat video tersebut sekitar pukul 02.30 WIB setelah pulang bermain futsal. Mereka juga membantah adanya pihak lain yang menyuruh atau mengarahkan pembuatan video tersebut.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menyampaikan bahwa karena kedua pelaku masih berstatus anak di bawah umur, polisi mengambil langkah pembinaan dan edukasi.
“Karena kedua pelaku masih di bawah umur, kepolisian mengambil tindakan pembinaan dan memberikan edukasi,” ujar Hamzaid kepada awak media.