Metronews

Blackout Sumatera Bikin Geger, Bareskrim Polri Turun Tangan Selidiki Kabel SUTET Putus di Jambi

0

0

matajambi |

Senin, 25 Mei 2026 08:48 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Blackout Sumatera Diselidiki Bareskrim Polri, Kabel SUTET 275 kV di Muara Jambi Putus Jadi Sorotan - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBI, MATAJAMBI.COM – Pemadaman listrik besar atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada Jumat malam, 22 Mei 2026, kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Bareskrim Polri turun langsung untuk menelusuri penyebab gangguan listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat di beberapa provinsi.

Gangguan kelistrikan tersebut tidak hanya dirasakan warga Jambi, tetapi juga meluas ke wilayah lain seperti Riau, Sumatera Utara, Aceh, serta sejumlah daerah di Sumatera. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama pada malam hari ketika listrik padam secara mendadak.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, Bareskrim Polri menerjunkan tim dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu bersama Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor Bareskrim.

Tim tersebut mendatangi titik transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau SUTET 275 kV di tower 175-176, Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, Minggu, 24 Mei 2026.

Baca Juga:

Blackout Sumatera Berbuntut Panjang, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Didesak Mundur dari Jabatannya

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Moh Irhamni, mengatakan pengecekan dilakukan bersama pihak PLN. Pemeriksaan difokuskan pada lokasi yang diduga menjadi salah satu titik awal gangguan sistem kelistrikan.

“Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri bersama Puslabfor dan PLN sudah melakukan pengecekan lokasi,” ujar Moh Irhamni, Minggu, 24 Mei 2026.

Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, petugas menemukan konduktor atau kabel transmisi dalam kondisi putus. Temuan tersebut kemudian diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Potongan kabel yang ditemukan di lokasi dibawa ke laboratorium forensik Bareskrim Polri serta Litbang PLN. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti putusnya kabel, apakah dipengaruhi faktor teknis, kondisi cuaca, material, atau kemungkinan lain yang perlu dibuktikan secara ilmiah.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Hingga saat ini, belum ditemukan tanda-tanda kuat adanya sabotase ataupun unsur kesengajaan manusia dalam peristiwa tersebut.

“Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor,” kata Moh Irhamni.

Blackout yang terjadi secara luas itu sempat membuat suasana di sejumlah kota terganggu. Lampu lalu lintas tidak berfungsi, sebagian pusat perbelanjaan mengalami gelap, jaringan komunikasi terganggu, hingga layanan ATM sempat tidak dapat digunakan secara normal.

Baca Juga:

Cinta Tak Terduga Datang 25 Mei 2026, Zodiak Ini Diminta Siap Hadapi Perubahan Besar

Di beberapa kawasan, warga terlihat keluar rumah menggunakan senter dari telepon genggam. Warung dan toko kecil juga mendadak ramai diserbu pembeli yang mencari lilin, lampu darurat, hingga bahan bakar untuk genset.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER