Beberapa studi kecil menemukan bahwa orang yang makan malam lebih awal, misalnya pukul 18.00, memiliki kemampuan tubuh yang lebih baik dalam memproses glukosa dibanding mereka yang makan pada pukul 21.00 atau 22.00.Kadar gula darah yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di otak. Dampaknya, kemampuan memori dan proses belajar bisa terganggu. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko stroke serta penyakit seperti Alzheimer.
Pola makan yang selaras dengan ritme alami tubuh juga disebut dapat memberi manfaat bagi kesehatan jantung. Kebiasaan makan lebih awal, baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam, dapat membantu menurunkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan peradangan.
Sebagian penelitian juga menyoroti manfaat pola makan dengan batas waktu tertentu atau time-restricted eating. Dalam pola ini, seseorang hanya makan pada jendela waktu tertentu, misalnya antara pukul 08.00 hingga 18.00.
Menjaga kesehatan jantung penting bagi otak. Aliran darah yang baik membantu otak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Kesehatan kardiovaskular yang baik juga dikaitkan dengan perlambatan penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Selain mengatur waktu makan malam, ada beberapa kebiasaan makan yang dapat membantu mendukung kesehatan otak.
Pertama, usahakan makan secara teratur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan lebih sering dalam porsi wajar, termasuk camilan sehat, memiliki skor memori yang lebih baik dibanding mereka yang makan lebih jarang dalam sehari.Kedua, pertahankan jadwal makan yang konsisten. Makan pada waktu yang relatif sama setiap hari dapat membantu tubuh beradaptasi, menurunkan stres, dan mendukung kualitas tidur.
Ketiga, konsumsi lebih banyak kalori pada pagi dan siang hari. Sarapan dan makan siang yang cukup dapat membantu metabolisme tubuh bekerja lebih baik, sementara makan malam bisa dibuat lebih ringan.
Keempat, perhatikan pola makan secara keseluruhan. Daripada hanya fokus pada satu jenis makanan tertentu, para ahli lebih menyarankan pola makan sehat seperti diet Mediterania, DASH, atau MIND yang kaya sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, serta lemak sehat.
Kelima, pertimbangkan jendela makan harian yang teratur. Meski masih menjadi bahan penelitian, beberapa studi menunjukkan bahwa makan dalam rentang waktu tertentu setiap hari dapat memberi dampak positif terhadap kesehatan metabolik dan fungsi kognitif.
Makan malam dua hingga tiga jam sebelum tidur dapat menjadi kebiasaan sederhana yang memberi banyak manfaat. Selain membantu tidur lebih nyenyak, kebiasaan ini juga dapat mendukung pengelolaan berat badan, mengontrol gula darah, menjaga kesehatan jantung, dan pada akhirnya ikut melindungi fungsi otak.