Kesehatan

Ahli Ungkap Waktu Terbaik Makan Malam agar Otak Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak

0

0

matajambi |

Senin, 25 Mei 2026 08:33 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Ahli Ungkap Waktu Terbaik Makan Malam agar Otak Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak - (matajambi.com)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Kesehatan otak tidak hanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga waktu seseorang menyantap makanan tersebut. Salah satu waktu makan yang dinilai memiliki pengaruh besar adalah makan malam.

Sejumlah ahli menyarankan agar makan malam dilakukan sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur. Kebiasaan ini dinilai dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik, menjaga kualitas tidur, serta mendukung fungsi otak dalam jangka panjang.

Secara umum, waktu makan malam yang ideal bergantung pada pola hidup masing-masing orang. Bagi mereka yang tidur lebih larut, makan malam sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 mungkin masih memungkinkan. Namun, bagi kebanyakan orang, makan malam sebaiknya dilakukan antara pukul 17.00 hingga 19.00.

Rentang waktu tersebut dianggap cukup baik karena memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyelesaikan proses pencernaan sebelum beristirahat. Selain bermanfaat bagi kesehatan otak, pola makan malam lebih awal juga dikaitkan dengan kesehatan jantung, metabolisme tubuh, hingga kualitas tidur.

Baca Juga:

Viral Penampakan Pocong, Terungkap Pelaku Masih di Bawah Umur: Nge-prank Teman-teman, Enggak Tahu Kenapa Menyebar

Makan terlalu dekat dengan jam tidur dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Saat tubuh seharusnya mulai bersiap untuk tidur, masuknya makanan justru membuat sistem pencernaan tetap bekerja.

Kondisi ini bisa membuat seseorang lebih sulit tidur, tidur kurang nyenyak, atau merasa lelah saat bangun keesokan harinya. Jika terus terjadi dalam jangka panjang, gangguan tidur juga dapat berdampak pada kemampuan berpikir, daya ingat, dan konsentrasi.

Tidur yang cukup menjadi salah satu faktor penting bagi kesehatan kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin tidur setidaknya tujuh jam per malam cenderung memiliki performa memori yang lebih baik dibanding mereka yang tidur kurang dari tujuh jam.

Selain itu, tidur yang cukup juga membantu otak membersihkan sisa metabolisme, termasuk protein tertentu yang dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Membiasakan makan lebih awal dan membagi asupan kalori lebih banyak pada pagi hingga siang hari dapat membantu pengelolaan berat badan. Sebaliknya, makan malam terlalu besar dan terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi membuat metabolisme tubuh bekerja kurang optimal.

Baca Juga:

Blackout Sumatera Berbuntut Panjang, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Didesak Mundur dari Jabatannya

Pengaturan berat badan ini juga berkaitan dengan kesehatan otak. Obesitas diketahui memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko gangguan kognitif dan demensia, terutama seiring bertambahnya usia.

Dalam sejumlah penelitian, orang dengan indeks massa tubuh lebih tinggi atau penumpukan lemak perut lebih besar disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan fungsi otak dibanding mereka yang menjaga berat badan ideal.

Makan malam lebih awal juga dikaitkan dengan kontrol gula darah yang lebih baik. Hal ini penting karena kadar gula darah yang tidak stabil dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik, termasuk diabetes tipe 2.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER