MATAJAMBI.COM - Kopi selama ini dikenal sebagai minuman favorit jutaan orang di dunia karena mampu meningkatkan energi, membantu konsentrasi, hingga menjaga tubuh tetap fokus saat beraktivitas.
Bahkan sejumlah penelitian menyebut konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga kesehatan jantung, melindungi fungsi hati, dan menurunkan risiko beberapa penyakit kronis.
Namun, tidak sedikit orang yang memutuskan berhenti minum kopi secara mendadak atau dikenal dengan istilah cold turkey. Alasannya beragam, mulai dari gangguan tidur, masalah lambung, detak jantung tidak teratur, program puasa, hingga ingin menjalani pola hidup lebih sehat tanpa kafein.
Sayangnya, menghentikan konsumsi kopi secara tiba-tiba ternyata bisa memicu sejumlah efek samping yang cukup mengganggu tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai penarikan kafein atau caffeine withdrawal.
Kafein merupakan zat aktif utama dalam kopi yang bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat. Kandungan ini membantu meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki fokus, dan membuat tubuh terasa lebih segar.
Saat seseorang rutin mengonsumsi kopi, otak akan menyesuaikan diri dengan keberadaan kafein. Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yaitu zat kimia di otak yang memicu rasa kantuk.
Karena efek tersebut berlangsung terus-menerus, tubuh akhirnya memproduksi lebih banyak reseptor adenosin sebagai bentuk adaptasi. Ketika konsumsi kopi tiba-tiba dihentikan, adenosin langsung bekerja lebih aktif sehingga tubuh mengalami perubahan drastis.Inilah yang menyebabkan munculnya berbagai gejala tidak nyaman setelah berhenti minum kopi secara mendadak.
Salah satu efek paling sering muncul setelah berhenti minum kopi adalah sakit kepala.
Kafein diketahui dapat mempersempit pembuluh darah di otak. Ketika asupan kopi dihentikan secara tiba-tiba, aliran darah ke otak meningkat drastis sehingga memicu nyeri kepala.
Pada beberapa orang, terutama yang memiliki riwayat migrain, rasa sakit bahkan bisa terasa lebih berat dibanding biasanya.
Banyak orang mengandalkan kopi untuk membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Saat konsumsi kafein dihentikan mendadak, tubuh akan kehilangan efek stimulan tersebut.