MATAJAMBI.COM - Olahraga rutin sudah lama dikenal sebagai salah satu cara paling efektif untuk membantu mengontrol kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes tipe 2. Selain menjaga pola makan sehat dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, aktivitas fisik memiliki peran penting dalam membantu tubuh menggunakan insulin secara lebih optimal.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya jenis olahraga yang berpengaruh terhadap gula darah, tetapi juga waktu melakukannya. Sejumlah studi menemukan bahwa olahraga pada sore hingga malam hari diduga memberikan manfaat lebih besar dalam membantu menstabilkan gula darah dibanding olahraga pagi.
Para peneliti menyebut aktivitas fisik di penghujung hari mampu meningkatkan sensitivitas insulin, yaitu kemampuan tubuh merespons hormon insulin untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Semakin baik sensitivitas insulin seseorang, semakin mudah tubuh memindahkan gula dari aliran darah ke sel-sel tubuh untuk dijadikan energi.
Dalam beberapa penelitian yang melibatkan penderita diabetes tipe 2, olahraga sore dan malam diketahui membantu menurunkan lonjakan gula darah lebih efektif dibanding olahraga pagi hari. Bahkan, latihan dengan intensitas tinggi seperti HIIT atau High Intensity Interval Training yang dilakukan sore hari menunjukkan hasil lebih baik terhadap kontrol gula darah.
Sebaliknya, beberapa penelitian menemukan bahwa olahraga terlalu pagi justru kurang efektif bagi sebagian penderita diabetes. Salah satu penyebabnya diduga berkaitan dengan hormon kortisol.
Kortisol dikenal sebagai hormon stres yang secara alami meningkat di pagi hari. Ketika kadar kortisol naik, tubuh akan melepaskan cadangan gula ke dalam darah sebagai sumber energi. Pada penderita diabetes, kondisi ini bisa membuat kadar gula darah meningkat.
Olahraga pagi dalam kondisi tertentu dapat memicu kenaikan kortisol lebih tinggi lagi, sehingga efek penurunan gula darah menjadi kurang optimal.Selain faktor hormon, waktu makan juga disebut memengaruhi hasil olahraga terhadap kadar gula darah. Aktivitas fisik yang dilakukan setelah makan dipercaya lebih efektif membantu tubuh mengendalikan lonjakan gula darah karena otot langsung menggunakan glukosa dari makanan sebagai energi.
Inilah sebabnya olahraga ringan seperti jalan kaki setelah makan sering disarankan bagi penderita diabetes untuk membantu menjaga kestabilan gula darah.
Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa olahraga kapan pun tetap jauh lebih baik dibanding tidak bergerak sama sekali. Aktivitas fisik secara rutin tetap memberikan dampak positif terhadap kesehatan tubuh dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Saat berolahraga, otot tubuh akan menggunakan gula sebagai bahan bakar utama. Proses ini membantu menurunkan kadar gula darah secara alami. Selain itu, aktivitas fisik juga membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin hingga berjam-jam setelah latihan selesai.
Beberapa penelitian menunjukkan efek olahraga terhadap penurunan gula darah bahkan bisa bertahan hingga 24 jam setelah aktivitas fisik dilakukan.