BATANG HARI, MATAJAMBI.COM – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menghebohkan warga Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari.
Dalam rekaman tersebut, terlihat tumpukan tabung gas LPG subsidi 3 kilogram tersimpan di dalam sebuah toko bertuliskan Pangkalan LPG H Ambo Ute yang berlokasi di Kelurahan Kampung Baru.
Video tersebut memicu kemarahan warga sekitar, terutama masyarakat yang selama ini mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi untuk kebutuhan rumah tangga. Mereka menduga pangkalan tersebut sengaja menyimpan stok tabung dan tidak menyalurkannya secara terbuka kepada warga setempat.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa setiap kali hendak membeli LPG 3 kg, mereka kerap mendapat alasan stok kosong atau diminta persyaratan tertentu yang dinilai memberatkan.
Salah satu warga yang menjadi pelapor mengatakan bahwa dirinya jarang memperoleh jatah gas meski tinggal tidak jauh dari lokasi pangkalan.
“Kami tinggal di sini, tapi hampir tidak pernah kebagian. Kalau datang, selalu dibilang habis. Setelah viral, baru kelihatan ternyata gasnya banyak di dalam,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Ia juga menyebutkan bahwa kewajiban menunjukkan KTP baru diterapkan setelah video tersebut menyebar luas di media sosial.“Sebelumnya tidak pernah diminta KTP. Setelah ramai, baru aturan itu dipakai,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, dugaan praktik penahanan stok gas ini sudah berlangsung cukup lama, namun warga enggan melapor karena khawatir tidak mendapat respons.
“Dari dulu warga sering dipersulit. Banyak yang memilih diam. Sekarang sudah terlalu keterlaluan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar distribusi gas subsidi kembali berjalan adil dan transparan.
Kecurigaan warga semakin menguat setelah dalam video terlihat kendaraan mewah keluar masuk area pangkalan, terutama pada malam hari. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa gas subsidi justru disalurkan kepada pihak yang tidak berhak.