Melalui program “Jambi Responsif”, pemerintah menyalurkan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKK) sebesar Rp100 juta per desa dan kelurahan serta Rp50 juta per kecamatan. Program ini memberikan manfaat langsung kepada 9.372 jiwa, mencakup lansia, penyandang disabilitas, dan anak terlantar.
Sementara itu, pilar “Jambi Tangguh” diwujudkan melalui program bedah rumah sebanyak 2.256 unit, serta bantuan modal usaha Rp48,6 miliar bagi 7.316 pelaku UMKM, industri rumah tangga, dan wirausaha muda. Dukungan sektor pertanian juga diperkuat dengan bantuan alsintan, bibit, dan ternak senilai Rp47,9 miliar guna memperkokoh ketahanan ekonomi desa.
Provinsi Jambi juga bergerak seirama dengan kebijakan nasional melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau 305.640 penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga ibu hamil. Program ini ditopang oleh 125 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total anggaran Rp190,6 miliar.
Di sektor ekonomi rakyat, Koperasi Merah Putih telah membina 1.585 unit koperasi, dengan tingkat digitalisasi mencapai 98,92 persen. Sementara pembangunan fisik mencatat tonggak baru melalui pembangunan Sekolah Rakyat berasrama di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur senilai Rp446,4 miliar.
Keberhasilan infrastruktur jalan dan irigasi mendorong lonjakan produksi padi hingga 30,43 persen, mencapai 366.540 ton Gabah Kering Giling (GKG). Sinergi dengan pemerintah pusat juga mempercepat realisasi proyek strategis seperti Tol Jambi–Rengat segmen Jaluko, Jembatan Sungai Rambut sepanjang 1,2 kilometer, serta revitalisasi Kawasan Candi Muaro Jambi.Seluruh capaian tersebut mengantarkan Provinsi Jambi meraih berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, predikat B SAKIP, hingga indeks reformasi birokrasi kategori BB. Kualitas lingkungan hidup pun tetap terjaga dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 71,45.
Menutup laporannya, Gubernur Al Haris menegaskan target makro pembangunan tahun 2026, termasuk penurunan angka kemiskinan hingga 6,25 persen. Ia menekankan bahwa visi “Jambi Mantap 2029” bukan sekadar slogan, melainkan proses nyata yang terus digerakkan secara kolaboratif demi mewujudkan Jambi yang maju, berdaya saing global, dan berkelanjutan.
Momentum HUT ke-69 Provinsi Jambi pun menjadi fondasi kuat untuk melangkah lebih jauh menuju masa depan Jambi yang semakin mantap.