BATANG HARI, MATAJAMBI.COM - Malam yang Teduh di Muara Bulian Senin malam, 23 Februari 2026, suasana di Lapas Kelas IIB Muara Bulian terasa berbeda dari biasanya.
Di tengah keheningan malam, lantunan doa dan rasa syukur menyelimuti ruang pertemuan, saat keluarga besar Lapas Muara Bulian berkumpul dalam sebuah agenda rohani yang penuh makna.
Di tengah-tengah para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), hadir Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Bapak," Irwan Rahmat Gumilar."Kehadiran beliau bukan sekadar kunjungan kedinasan, melainkan sebuah bentuk kepedulian seorang ayah kepada anak-anaknya.
Turut mendampingi, Kepala Lapas Muara Bulian," M. Ilham Santoso Sahdani," beserta seluruh jajaran pejabat struktural Lapas Muara Bulian.
Dalam tausiyahnya yang menyentuh hati, Bapak Irwan Rahmat Gumilar menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang pentingnya muhasabah diri atau introspeksi.
Beliau menekankan bahwa jeruji besi bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah "universitas kehidupan" untuk menempa diri menjadi pribadi yang lebih bertaqwa.
"Tempat ini adalah kesempatan dari Tuhan untuk kita berhenti sejenak, merenung, dan memperbaiki langkah. Jangan lihat masa lalu sebagai beban, tapi jadikan ia sebagai pijakan untuk melompat lebih tinggi menuju kebaikan," tutur beliau di hadapan para WBP yang menyimak dengan khusyuk.
Kehadiran Kalapas dan seluruh pejabat Lapas dalam kegiatan ini menunjukkan soliditas dan komitmen bahwa pembinaan di Lapas Muara Bulian tidak hanya berfokus pada kedisiplinan fisik, tetapi juga penyembuhan jiwa. Sinergi antara pimpinan wilayah dan petugas lapangan menjadi teladan nyata bahwa kemanusiaan adalah nafas utama dalam sistem pemasyarakatan.
Kegiatan malam itu ditutup dengan doa bersama.
Harapannya, setiap bait tausiyah yang disampaikan dapat menjadi lentera bagi para WBP untuk tetap optimis menyongsong masa depan, membawa pulang perubahan, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat.