Pada menit ke-78, pemain asal Georgia itu hampir membawa PSG berbalik unggul. Ia melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum melepas tembakan. Bola sempat mengenai pemain Arsenal dan berubah arah, lalu membentur tiang gawang.Momen tersebut menjadi salah satu peluang terbaik PSG di waktu normal.
Arsenal berusaha keluar dari tekanan melalui bola mati dan serangan balik. Namun mereka kesulitan mendapatkan peluang bersih seperti pada babak pertama.
Menjelang akhir laga, PSG kembali mengancam lewat Vitinha dan Bradley Barcola. Akan tetapi, penyelesaian akhir mereka belum mampu menaklukkan David Raya.
Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit berakhir. Final pun berlanjut ke babak tambahan waktu.
PSG masih menjadi tim yang lebih banyak memegang bola pada babak tambahan. Luis Enrique memasukkan tenaga baru untuk menjaga intensitas permainan.
Warren Zaire-Emery, Lucas Beraldo, dan Illia Zabarnyi diberi kesempatan tampil. Pergantian itu membuat PSG tetap segar dalam menekan Arsenal.Di sisi lain, Mikel Arteta mencoba menyegarkan timnya dengan memasukkan Martin Zubimendi dan Eberechi Eze. Kai Havertz yang mencetak gol pembuka ditarik keluar pada awal extra time.
Arsenal mendapatkan peluang pada menit ke-93. Declan Rice mengirim bola kepada Noni Madueke, yang kemudian mencoba mengalirkannya ke kotak penalti. Namun Willian Pacho membaca situasi dengan baik dan memotong bola sebelum sampai ke Viktor Gyokeres.
PSG membalas pada menit ke-100 melalui Achraf Hakimi. Bek kanan itu menusuk ke tengah dan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung.
Kontroversi kembali terjadi pada menit ke-102 ketika Madueke terjatuh dalam duel dengan Pacho di area penalti PSG. Pemain Arsenal meminta penalti, tetapi wasit Daniel Siebert tetap melanjutkan pertandingan.
Protes keras dari kubu Arsenal membuat Declan Rice dan Mikel Arteta diganjar kartu kuning.