PSG mendapatkan peluang pada menit ke-13 melalui Fabian Ruiz, tetapi tembakannya masih melebar. Tidak lama kemudian, PSG sempat meminta penalti setelah bola dianggap mengenai tangan Bukayo Saka di kotak terlarang. Namun wasit tidak menganggap insiden itu sebagai pelanggaran.Arsenal tidak hanya bertahan. Mereka beberapa kali mengancam lewat serangan cepat. Pada menit ke-26, Bukayo Saka mengirim umpan berbahaya ke arah Havertz. Safonov bergerak cepat keluar dari gawangnya untuk memotong peluang tersebut.
Sepanjang babak pertama, PSG memang lebih dominan dalam penguasaan bola. Namun dominasi itu belum cukup untuk membongkar pertahanan Arsenal yang tampil sangat disiplin.
William Saliba dan Gabriel Magalhaes menjadi tembok penting di jantung pertahanan. Sementara Declan Rice bekerja keras menjaga keseimbangan di lini tengah.
Hingga turun minum, Arsenal tetap unggul 1-0.
Penalti Dembele Ubah Arah Pertandingan
Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan intensitas serangan. Mereka bermain lebih cepat dan lebih berani menekan pertahanan Arsenal.
Arsenal memilih lebih berhati-hati. Keunggulan satu gol membuat mereka berusaha mengatur tempo dan menutup ruang di sekitar kotak penalti.Namun tekanan PSG akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62. Kvaratskhelia menusuk ke kotak penalti dan dijatuhkan Cristhian Mosquera dari belakang. Wasit langsung menunjuk titik putih.
Keputusan itu sempat ditinjau melalui VAR, tetapi penalti tetap diberikan untuk PSG.
Ousmane Dembele maju sebagai eksekutor pada menit ke-65. Dengan tenang, ia mengarahkan bola ke pojok bawah gawang. David Raya bergerak ke arah yang salah dan skor berubah menjadi 1-1.
Gol Dembele membuat atmosfer pertandingan berubah. PSG semakin percaya diri, sedangkan Arsenal mulai lebih banyak bertahan.
Kvaratskhelia Hampir Bawa PSG Unggul
Setelah gol penyama kedudukan, PSG tampil lebih agresif. Kvaratskhelia menjadi salah satu pemain yang paling sering merepotkan pertahanan Arsenal.