Kandungan antioksidan di dalamnya dipercaya membantu melindungi sel-sel saraf dari kerusakan yang berkaitan dengan gangguan neurodegeneratif seperti demensia dan penyakit Alzheimer.Beberapa penelitian awal bahkan menemukan bahwa penderita Alzheimer stadium sedang hingga lanjut yang rutin mengonsumsi jus apel mengalami perbaikan pada beberapa gejala perilaku dan emosional.
Dalam penelitian tersebut, konsumsi sekitar delapan ons jus apel setiap hari selama satu bulan dikaitkan dengan penurunan kecemasan, agitasi, serta gangguan delusi pada penderita Alzheimer.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa jus apel tetap harus dikonsumsi secara bijak karena mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi.
Jika diminum berlebihan, jus apel justru bisa meningkatkan risiko obesitas, kerusakan gigi, hingga gigi berlubang akibat tingginya asupan gula.
Karena itu, masyarakat dianjurkan memilih jus apel murni tanpa tambahan gula dan membatasi konsumsinya sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
Bagi penderita diabetes atau orang dengan kadar gula darah tinggi, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga disarankan sebelum rutin mengonsumsi jus apel.Selain itu, mengonsumsi apel utuh tetap dianggap lebih baik dalam beberapa kondisi karena kandungan seratnya jauh lebih tinggi dibanding jus apel yang telah melalui proses penyaringan.
Dengan pola konsumsi yang tepat, jus apel bisa menjadi pilihan minuman sehat yang membantu menjaga kesehatan jantung, otak, hingga daya tahan tubuh secara alami.