Kesehatan

Tahi Lalat Berubah Warna? Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Kulit Berbahaya

0

0

matajambi |

Kamis, 14 Mei 2026 06:49 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Tahi Lalat Berubah Warna? Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Kulit Berbahaya - (unsplash.com)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Kanker kulit menjadi salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak orang tidak menyadari bahwa perubahan kecil pada kulit bisa menjadi tanda awal kanker kulit yang berbahaya.

Padahal, kecepatan pertumbuhan kanker kulit sangat bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari yang berkembang lambat hingga yang sangat agresif dan cepat menyebar ke organ tubuh lain.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa tingkat pertumbuhan kanker kulit dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis kanker, kondisi genetik, lokasi munculnya kanker, hingga riwayat paparan sinar matahari berlebihan.

Semakin cepat sel kanker berkembang dan menyebar, maka penanganannya biasanya akan semakin sulit. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah paling penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan penderita.

Baca Juga:

Audiensi Memanas Soal Ketenagakerjaan PT JDR Wings di Batanghari, Buruh Ancam Demo dan RDP ke DPRD

Secara umum, kanker kulit terbagi menjadi beberapa jenis utama. Dua jenis yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Kedua kanker ini tergolong tumbuh lambat dibanding jenis kanker kulit lainnya.

Karsinoma sel basal berkembang pada sel basal yang berada di lapisan paling luar kulit atau epidermis. Jenis ini merupakan kanker kulit paling umum dan menyumbang sebagian besar kasus kanker kulit di dunia.

Meski tergolong lambat, kanker ini tetap berbahaya jika dibiarkan terlalu lama karena dapat merusak jaringan kulit di sekitarnya.

Sementara itu, karsinoma sel skuamosa tumbuh pada sel pipih di bagian luar epidermis. Pertumbuhannya sedikit lebih cepat dibanding karsinoma sel basal, tetapi masih termasuk kategori kanker kulit dengan perkembangan lambat.

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, melanoma dikenal sebagai kanker kulit paling agresif dan berbahaya. Melanoma berkembang pada melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen warna kulit.

Baca Juga:

Wakil Wali Kota Jambi Lepas 288 Jamaah Haji Kloter 20, Keluarga Jamaah Tak Kuasa Menahan Air Mata

Meski kasusnya lebih jarang, melanoma memiliki risiko tinggi menyebar ke organ tubuh lain jika tidak segera ditangani.

Dokter menyebut beberapa jenis melanoma bahkan dapat berkembang sangat cepat hanya dalam hitungan minggu atau bulan.

Melanoma nodular menjadi salah satu tipe paling agresif karena tumbuh menembus lapisan kulit dengan cepat. Sedangkan melanoma lentigo maligna cenderung berkembang lebih lambat dan biasanya muncul pada area kulit yang sering terkena sinar matahari dalam jangka panjang.

Sumber :

1 2 3

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER