Rinciannya meliputi 304 pedagang makanan, 271 minuman, 89 penjual mainan anak, serta 97 lainnya menjual cinderamata.
Total omzet yang dihasilkan pada hari pertama mencapai Rp556 juta, sementara hari kedua hingga penutupan mencapai Rp480 juta. Secara keseluruhan, perputaran ekonomi selama dua hari menembus angka Rp1,038 miliar.
“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena dampaknya luar biasa, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan UMKM,” jelasnya.
Dalam penutupan tersebut, Wali Kota juga mengungkapkan rencana besar Pemerintah Kota Jambi untuk menghadirkan sirkuit non permanen di kawasan Kota Tua.
Konsep ini akan difokuskan untuk balapan malam (night race) sebagai wadah bagi komunitas otomotif sekaligus solusi menekan aksi balap liar di jalanan.
“Saya sedang menyiapkan sirkuit non permanen di kawasan Pasar Kota Tua untuk night race.
Setiap malam Sabtu dan Minggu akan ada balapan komunitas. Kita fasilitasi dengan standar keamanan seperti dokter dan ambulans,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat di bidang otomotif.
Penutupan Wali Kota Cup Race 2026 juga dihadiri jajaran Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah, kepala OPD, Ketua KONI, IMI Jambi, sponsor, serta para rider dan official tim dari berbagai daerah.
Event ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan unggulan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat ekonomi dan pariwisata daerah.