DEPOK, MATAJAMBI.COM – Sebuah video yang menampilkan dugaan tindakan kekerasan terhadap pedagang es gabus bernama Suderajat viral di media sosial dan menuai perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, dua orang yang disebut sebagai oknum anggota TNI dan Polri diduga merusak dagangan sekaligus melakukan penganiayaan terhadap pedagang es kue tradisional tersebut.
Peristiwa itu diduga terjadi pada Sabtu pagi (24/1), saat Suderajat tengah berjualan di wilayah Depok. Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang pria yang diduga aparat memegang es gabus milik Suderajat dan menuding makanan tersebut terbuat dari bahan spons.
Untuk membuktikan tudingannya, oknum tersebut bahkan membakar es gabus yang dipegangnya. Aksi tersebut membuat ratusan dagangan Suderajat rusak dan tidak lagi bisa dijual. Selain mengalami kerugian materi, korban juga mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
Suderajat mengungkapkan bahwa sebelum insiden terjadi, dirinya didatangi sekitar lima orang yang mempertanyakan asal-usul es gabus yang dijualnya. Menurutnya, mereka terdiri dari unsur warga setempat hingga aparat.
“Ada sekitar lima orang, RT, RW, lurah juga ada,” ujar Suderajat, warga Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Ia menegaskan bahwa es gabus yang dijualnya bukan terbuat dari bahan berbahaya. Menurutnya, produk tersebut merupakan es asli yang didatangkan dari pabrik dan telah ia jual selama puluhan tahun.
“Ini bukan spons atau kapas, ini es asli, es kue. Saya sudah jualan hampir 30 tahun,” tuturnya.Meski telah memberikan penjelasan, Suderajat mengaku dagangannya tetap diremas dan dihancurkan. Ia juga menyebut mengalami kekerasan fisik.
“Saya dipukul, ditendang, dan ditampar,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Suderajat mengaku mengalami trauma dan memilih berhenti sementara dari aktivitas berjualan.
“Sudah tiga hari ini belum jualan, masih takut,” katanya.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak TNI dan Polri akhirnya memberikan klarifikasi. Mereka mengakui telah terlalu cepat mengambil kesimpulan terkait dugaan bahan berbahaya dalam es gabus yang dijual Suderajat.