MATAJAMBI.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 kembali identik dengan berbagai simbol keberuntungan, salah satunya jeruk. Buah berwarna oranye cerah ini hampir selalu hadir dalam setiap perayaan Imlek, baik sebagai hiasan rumah, sajian tamu, maupun bingkisan untuk keluarga dan kerabat.
Dalam tradisi Tionghoa, jeruk bukan sekadar buah, melainkan simbol kuat yang mengandung makna kemakmuran, keberuntungan, dan harapan hidup yang lebih baik di tahun yang baru. Warna oranye keemasan pada jeruk dipercaya melambangkan emas, yang identik dengan kekayaan dan rezeki berlimpah.
Selain itu, penyebutan jeruk dalam bahasa Mandarin dan dialek Tionghoa tertentu terdengar mirip dengan kata yang berarti keberuntungan dan kesuksesan. Karena itulah, jeruk sering diberikan saat Imlek sebagai doa dan harapan agar penerimanya memperoleh nasib baik sepanjang tahun.
Pada Imlek 2026, tradisi menyajikan jeruk tetap menjadi bagian penting dalam ritual menyambut tahun baru. Biasanya, jeruk disusun dalam jumlah genap karena angka genap dipercaya membawa keseimbangan dan keharmonisan. Memberikan dua atau empat buah jeruk juga dimaknai sebagai simbol keberuntungan yang berlipat.
Tak hanya itu, jeruk juga kerap diletakkan di altar sembahyang sebagai persembahan kepada leluhur. Hal ini mencerminkan rasa syukur atas berkah yang telah diterima sekaligus permohonan agar keluarga senantiasa diberi kesehatan, kelancaran rezeki, dan perlindungan di tahun mendatang.
Menariknya, jeruk yang digunakan dalam perayaan Imlek biasanya dipilih yang masih segar, utuh, dan berdaun. Jeruk dengan daun hijau dipercaya melambangkan kehidupan, pertumbuhan, dan kesinambungan rezeki.
Di tengah modernisasi perayaan Imlek, makna jeruk tetap lestari dan dijaga oleh masyarakat Tionghoa. Kehadirannya bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan simbol doa yang penuh harapan agar Tahun Baru Imlek 2026 membawa kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan bagi semua.