MATAJAMBI.COM - Berpelukan bukan sekadar kebiasaan penuh kasih sayang, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi kesehatan fisik dan mental.
Sentuhan hangat dari orang terdekat seperti pasangan, orang tua, atau sahabat mampu memicu reaksi biologis di dalam tubuh yang membuat seseorang merasa lebih tenang, aman, dan bahagia. Inilah alasan mengapa pelukan sering disebut sebagai salah satu bentuk terapi alami yang paling sederhana namun sangat efektif.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang berpelukan, otak akan melepaskan berbagai hormon kebahagiaan seperti oksitosin, serotonin, dopamin, dan endorfin.
Oksitosin dikenal sebagai hormon cinta yang berperan besar dalam memperkuat ikatan emosional dan rasa percaya. Sementara itu serotonin membantu menstabilkan suasana hati, dopamin memberi rasa senang dan motivasi, dan endorfin berfungsi sebagai pereda nyeri alami yang juga mampu meredakan stres.
Secara fisiologis, pelukan bekerja melalui sistem saraf di kulit. Saat tubuh menerima sentuhan, saraf sensorik khusus akan mengirim sinyal ke otak untuk menurunkan hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan hormon yang memicu rasa nyaman.
Proses ini membuat seseorang lebih rileks, mengurangi ketegangan otot, dan membantu tubuh keluar dari kondisi tertekan.
Manfaat berpelukan tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga berdampak pada kesehatan tubuh. Orang yang sering mendapatkan pelukan diketahui memiliki tekanan darah dan detak jantung yang lebih stabil.Efek relaksasi dari pelukan juga membantu memperkuat sistem imun karena tubuh yang lebih tenang mampu melawan penyakit dengan lebih efektif.
Dari sisi hubungan sosial, pelukan memainkan peran penting dalam membangun kedekatan dan keharmonisan. Kontak fisik yang positif membantu meningkatkan rasa percaya dan kelekatan emosional antara pasangan, keluarga, maupun sahabat. Inilah yang membuat hubungan terasa lebih hangat dan penuh rasa aman.
Pelukan juga terbukti dapat mengurangi kecemasan dan rasa kesepian. Dalam banyak kasus, seseorang yang terbiasa menerima sentuhan kasih sayang sejak kecil cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah saat dewasa. Bahkan pada orang dewasa, pelukan dapat menjadi cara cepat untuk meredakan perasaan tertekan atau gelisah.
Tak hanya itu, pelukan juga berkontribusi terhadap kualitas tidur. Perasaan aman dan nyaman yang muncul saat berpelukan membantu otak lebih mudah memasuki fase relaksasi sebelum tidur. Inilah sebabnya banyak orang merasa tidur lebih nyenyak setelah berbagi pelukan dengan orang terkasih.
Para ahli juga menyebutkan bahwa berpelukan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan. Hal ini terjadi karena pelukan memicu pelepasan zat alami dalam tubuh seperti opioid dan endokannabinoid yang berfungsi sebagai pereda nyeri dan penguat daya tahan terhadap stres.