MATAJAMBI.COM – Arus mudik Lebaran 2026 di jalur utama Sumatera kembali diwarnai kemacetan parah. Jalur Jambi–Palembang dilaporkan lumpuh setelah antrean kendaraan mengular panjang di kawasan Betung, Sumatera Selatan, terutama di sekitar exit Tol Betung yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari tol dan jalan lintas timur.
Kemacetan bahkan berlangsung berjam-jam sehingga banyak pemudik terjebak dalam antrean panjang kendaraan yang bergerak sangat lambat. Kondisi ini membuat perjalanan yang biasanya hanya beberapa jam menjadi jauh lebih lama.
Berdasarkan laporan di lapangan, kepadatan kendaraan terjadi akibat meningkatnya volume kendaraan pemudik yang melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi, jalur utama yang menghubungkan sejumlah provinsi di Sumatera. Kepadatan bahkan dilaporkan mencapai puluhan kilometer dari arah Palembang menuju Betung.
Selain tingginya jumlah kendaraan, kemacetan juga dipicu oleh pertemuan arus kendaraan dari jalan tol fungsional dengan kendaraan yang melintas di jalur arteri yang kapasitasnya terbatas. Hal ini menyebabkan penumpukan kendaraan di titik keluar tol dan simpang jalan utama.
Sejumlah pemudik mengaku harus menunggu berjam-jam sebelum kendaraan kembali bergerak normal. Kondisi tersebut membuat banyak pengendara kelelahan karena perjalanan yang seharusnya lancar berubah menjadi sangat lambat.
Kemacetan di jalur ini bukan pertama kali terjadi. Jalur Palembang–Jambi memang dikenal sebagai salah satu titik rawan macet saat musim mudik, karena menjadi penghubung utama kendaraan dari arah Lampung, Palembang, hingga menuju Jambi dan Sumatera Barat.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan menerapkan rekayasa lalu lintas khusus selama arus mudik Lebaran 2026. Skema ini diberlakukan mulai 13 hingga 30 Maret 2026 di sejumlah titik rawan macet.
Kendaraan dari arah Palembang menuju Jambi diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Pangkalan Balai. Sementara kendaraan dari arah Jambi menuju Palembang diarahkan masuk melalui exit tol Pulau Rimau.
Kepala Dinas Perhubungan Sumsel menegaskan bahwa rekayasa arus lalu lintas tersebut bertujuan mengurangi penumpukan kendaraan selama periode mudik. Masyarakat juga diminta mematuhi arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar.
Jalur Palembang–Jambi merupakan salah satu jalur strategis yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari, terutama saat musim mudik Lebaran. Jalur ini menghubungkan wilayah Sumatera Selatan dengan Provinsi Jambi serta menjadi akses utama menuju Sumatera Barat dan Riau.
Karena itu, ketika terjadi kemacetan di kawasan Betung, dampaknya langsung terasa di sepanjang jalur lintas timur Sumatera.
Pemerintah berharap dengan penerapan rekayasa lalu lintas serta pemanfaatan jalur tol secara situasional, arus mudik tahun ini dapat lebih terkendali dan kemacetan panjang dapat diminimalkan.