MATAJAMBI.COM - Banyak orang menilai kondisi kesehatannya hanya dari angka yang tertera di timbangan. Padahal, berat badan bukan gambaran utuh tentang kesehatan tubuh. Untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya, memahami komposisi tubuh, khususnya kadar lemak, jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengetahui bobot tubuh.
Lemak tubuh merupakan salah satu komponen utama dalam komposisi tubuh selain otot, tulang, dan cairan. Jumlah lemak yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan metabolisme, hingga tekanan darah tinggi. Karena itu, mengukur lemak tubuh menjadi langkah penting untuk menilai risiko kesehatan secara lebih akurat.
Tidak sedikit orang yang memiliki berat badan normal, tetapi ternyata menyimpan lemak tubuh dalam jumlah tinggi, terutama di area perut dan sekitar organ dalam. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena tidak terlihat dari luar. Inilah sebabnya mengapa pengukuran lemak tubuh menjadi alat penting dalam dunia kesehatan, kebugaran, dan perencanaan diet.
Salah satu metode yang cukup dikenal untuk mengukur lemak tubuh adalah pengukuran lipatan kulit menggunakan alat khusus yang menjepit bagian kulit di area tertentu, seperti lengan atas, perut, paha, dan pinggang. Ketebalan lemak di bawah kulit dari beberapa titik tersebut kemudian dihitung menggunakan rumus tertentu untuk memperkirakan persentase lemak tubuh secara keseluruhan.
Meski terlihat sederhana, metode ini memerlukan teknik yang tepat dan konsistensi titik pengukuran agar hasilnya mendekati kondisi sebenarnya. Karena itu, hasil terbaik biasanya diperoleh jika dilakukan oleh tenaga profesional yang berpengalaman.
Selain itu, kini banyak orang menggunakan timbangan digital yang dilengkapi fitur pengukur lemak tubuh. Alat ini bekerja dengan teknologi bioelectrical impedance analysis yang memanfaatkan perbedaan hambatan listrik dalam jaringan tubuh.
Lemak, otot, dan cairan memiliki tingkat hambatan yang berbeda sehingga alat dapat memperkirakan persentase lemak tubuh, massa otot, hingga kadar air. Keunggulan metode ini terletak pada kemudahan dan kecepatan hasil, sehingga cocok digunakan untuk pemantauan rutin di rumah. Namun, hasil pengukuran dapat dipengaruhi oleh kondisi hidrasi, waktu pengukuran, serta asupan makanan dan minuman sebelum tes dilakukan.Untuk hasil yang lebih detail, pemeriksaan menggunakan teknologi medis seperti pemindaian sinar-X dosis rendah dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai distribusi lemak, otot, dan tulang di dalam tubuh.
Pemeriksaan ini sering digunakan untuk memantau perubahan komposisi tubuh akibat program diet atau olahraga serta menilai risiko penyakit metabolik. Meski tingkat akurasinya tinggi, metode ini umumnya hanya tersedia di fasilitas kesehatan tertentu dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Ada pula metode pengukuran yang memanfaatkan perpindahan udara di dalam ruang tertutup khusus. Dengan menghitung perubahan volume udara akibat keberadaan tubuh, alat ini dapat memperkirakan jumlah massa lemak dan massa tanpa lemak.
Pemeriksaan ini relatif cepat, aman, dan tidak menggunakan radiasi, tetapi ketersediaannya masih terbatas dan biasanya hanya ditemukan di pusat kebugaran profesional atau lembaga riset.
Dalam dunia medis, pencitraan canggih seperti MRI dan CT scan juga mampu menampilkan distribusi lemak tubuh secara sangat rinci, termasuk lemak visceral yang mengelilingi organ dalam. Lemak jenis ini diketahui memiliki peran besar terhadap risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme.