MATAJAMBI.COM - Cara mengatasi overdosis obat harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan penuh kewaspadaan karena kondisi ini termasuk darurat medis yang bisa mengancam nyawa.
Kesalahan dosis, konsumsi obat tanpa pengawasan, atau interaksi antarobat dapat menyebabkan tubuh menerima zat aktif melebihi batas aman yang mampu ditoleransi organ.
Overdosis terjadi ketika sistem tubuh seperti hati, ginjal, jantung, atau otak tidak sanggup memetabolisme dan membuang zat obat yang berlebihan. Risiko kondisi ini jauh lebih tinggi pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis.
Karena itu, memahami penanganan awal overdosis obat menjadi pengetahuan penting yang dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Penanganan awal memiliki peran krusial dalam menentukan keselamatan korban. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi overdosis obat.
1. Mengenali Gejala Overdosis Sejak Dini
Tahap pertama dalam menangani overdosis obat adalah mengenali tanda-tandanya sedini mungkin. Gejala yang sering muncul antara lain napas melambat atau tidak teratur, sesak napas, bibir dan kuku membiru, muntah berulang, tubuh sangat lemas, kebingungan, kejang, pingsan, hingga sulit dibangunkan.Pada beberapa kasus, gejala berkembang secara perlahan dan tidak langsung terlihat berbahaya. Padahal, keterlambatan mengenali kondisi ini dapat memperbesar risiko kerusakan organ dan kematian.
2. Segera Cari Bantuan Medis Darurat
Jika terdapat kecurigaan overdosis, jangan menunda waktu. Segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa korban ke IGD rumah sakit terdekat. Beberapa jenis obat bekerja sangat cepat memengaruhi sistem saraf pusat, pernapasan, atau jantung, sehingga setiap menit sangat berharga.
Hindari mencoba mengobati sendiri tanpa arahan tenaga medis karena tindakan yang salah justru dapat memperburuk kondisi korban.
3. Longgarkan Pakaian dan Atur Posisi Tubuh