Jika morphea terjadi cukup luas atau berat, dokter dapat mempertimbangkan terapi ultraviolet untuk membantu meringankan gejala.Terapi cahaya pada morphea bertujuan membantu mengurangi pengerasan kulit dan memperbaiki kondisi area yang terdampak.
12. Cutaneous Graft-Versus-Host Disease
Cutaneous graft-versus-host disease atau cGVHD kulit dapat terjadi setelah transplantasi sel punca atau transplantasi sumsum tulang. Kondisi ini muncul ketika tubuh menyerang sel hasil transplantasi dan menimbulkan gangguan pada kulit.
Terapi cahaya biasanya bukan pengobatan lini pertama untuk kondisi ini. Namun, dalam beberapa kasus, PUVA, UVA-1, atau UVB dapat membantu mengatasi gejala kulit dan mendukung remisi.
Karena berkaitan dengan transplantasi dan sistem imun, penanganan cGVHD harus dilakukan secara ketat oleh tim medis.
Meski terapi cahaya memiliki banyak manfaat, penggunaannya tidak boleh sembarangan.
Setiap jenis terapi cahaya memiliki tujuan, dosis, durasi, dan risiko yang berbeda. Terapi ultraviolet, terutama PUVA, perlu perhatian khusus karena dapat menimbulkan efek samping pada kulit jika digunakan secara tidak tepat.Sementara itu, terapi cahaya untuk gangguan suasana hati dan tidur juga perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Pada sebagian orang, penggunaan light box yang tidak tepat dapat memperburuk insomnia, memicu sakit kepala, atau menimbulkan keluhan lain.
Karena itu, sebelum menjalani terapi cahaya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, dokter kulit, atau tenaga kesehatan terkait.
Terapi cahaya dapat menjadi pilihan yang membantu banyak kondisi, tetapi hasil terbaik tetap bergantung pada diagnosis yang tepat, pemilihan metode yang sesuai, dan pengawasan medis yang aman.