Mereka membawa uang tunai dan daftar belanja yang ditulis tangan. Jika barang yang dicari tidak ada atau mereka ragu memilih produk, tidak ada ponsel untuk bertanya kepada orang tua.Bagi Gen Z, hal ini mungkin terasa merepotkan. Saat ini, belanja bisa dilakukan lewat aplikasi, pembayaran digital, dan layanan antar. Bahkan jika ada yang membingungkan, cukup kirim foto atau pesan ke rumah.
Namun, bagi generasi Boomer, pergi ke toko sendiri adalah latihan tanggung jawab sejak kecil.
9. Berbicara Langsung dengan Orang Asing
Anak-anak Boomer lebih sering berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitar mereka, termasuk orang yang belum dikenal.
Mereka bisa bertanya arah, membantu tetangga, menyapa orang dewasa di lingkungan, atau berkomunikasi langsung saat berada di toko dan tempat umum.
Hari ini, anak-anak lebih sering diingatkan soal bahaya berbicara dengan orang asing. Gen Z juga lebih terbiasa berkomunikasi lewat pesan digital dibanding berbicara tatap muka dengan orang yang tidak dikenal.
Karena itu, kebiasaan anak-anak Boomer yang berani berbicara langsung dengan orang asing mungkin terasa mengejutkan bagi Gen Z.Di masa lalu, interaksi seperti itu dianggap wajar. Namun, dalam kehidupan modern, orang cenderung lebih berhati-hati.
10. Harus Bangun untuk Mengganti Saluran TV
Sebelum remote televisi menjadi umum, anak-anak Boomer harus bangun dari sofa untuk mengganti saluran atau mengatur volume TV.
Jika ingin menonton acara lain, mereka harus berjalan ke depan televisi dan memutar tombol secara manual. Tidak ada layanan streaming, tidak ada fitur jeda, dan tidak ada pilihan ribuan tayangan seperti sekarang.
Bagi Gen Z yang terbiasa memilih tontonan hanya dengan satu klik, kebiasaan ini mungkin terasa sangat melelahkan.
Namun, bagi generasi Boomer, bangun untuk mengganti saluran TV adalah hal biasa. Bahkan, anak-anak sering menjadi “remote hidup” di rumah ketika orang tua meminta mereka mengganti acara.