MATAJAMBI.COM - Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memicu kemarahan publik. Dalam video tersebut, terlihat seorang anak kecil diduga dipaksa oleh orang tuanya sendiri untuk meminta-minta di area keramaian.
Peristiwa ini pertama kali mencuat setelah diunggah oleh akun Threads @rizkiyahi. Lokasi kejadian disebut berada di kawasan Car Free Day (CFD) Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang salah satu titik yang biasanya dipadati warga untuk berolahraga dan bersantai di akhir pekan.
Dalam rekaman yang beredar, anak tersebut terlihat membawa wadah menyerupai ember kecil sambil berjalan menghampiri pengunjung yang sedang duduk dan menikmati makanan. Ia tampak mondar-mandir di antara kerumunan, seolah diarahkan untuk meminta uang.
Unggahan tersebut langsung memancing emosi warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan orang tua yang dinilai mengeksploitasi anak demi mendapatkan uang secara instan.
Tidak jauh dari lokasi anak tersebut, terlihat seorang perempuan yang diduga ibunya. Ia tampak memberi instruksi kepada sang anak untuk mendatangi titik-titik yang ramai pengunjung. Bahkan, dalam video, perempuan itu terlihat menunjuk arah menggunakan benda seperti tongkat kecil.
Menurut keterangan pengunggah, anak tersebut harus menuruti perintah ibunya. Jika tidak, ia berisiko dimarahi. Situasi ini memperkuat dugaan adanya tekanan terhadap anak untuk terus mengemis.
Fakta lain yang terungkap dari kolom komentar menyebutkan bahwa ayah dari anak tersebut juga berada di sekitar lokasi. Namun, ia disebut hanya mengamati dari kejauhan tanpa melakukan intervensi.Pengunggah juga mengungkap bahwa anak sempat menangis, tetapi kemudian terdiam, diduga karena takut dimarahi. Hal ini semakin memicu keprihatinan publik terhadap kondisi psikologis anak tersebut.
Beberapa pengunjung yang berada di lokasi disebut telah mencoba menegur sang ibu. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan. Aktivitas mengemis oleh anak tersebut pun tetap berlangsung.
Akhirnya, kejadian ini dilaporkan kepada pihak berwenang. Dalam perkembangan terbaru, disebutkan bahwa aparat kepolisian setempat telah mengamankan pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
Video ini memicu gelombang reaksi keras dari warganet. Banyak yang merasa marah sekaligus dilema. Di satu sisi, mereka merasa iba terhadap anak tersebut dan ingin membantu. Namun di sisi lain, pemberian uang justru dikhawatirkan memperpanjang praktik eksploitasi.
Sebagian netizen juga menilai bahwa tindakan tegas dari pemerintah dan lembaga perlindungan anak sangat dibutuhkan. Mereka menekankan pentingnya edukasi serta pengawasan terhadap orang tua agar tidak melibatkan anak dalam aktivitas yang berpotensi membahayakan fisik maupun mental.