Metronews

Didampingi Wamentan, Gubernur Al Haris Tekankan Peran HKTI untuk Ketahanan Pangan

0

0

matajambi |

Selasa, 21 Apr 2026 19:25 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Didampingi Wamentan, Gubernur Al Haris Tekankan Peran HKTI untuk Ketahanan Pangan - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MUARO JAMBI, MATAJAMBI.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa organisasi petani seperti HKTI dan Wanita Tani merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Provinsi Jambi.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, dalam pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) dan Wanita Tani Provinsi Jambi di Lapangan Kantor Bupati Bukit Cinto Kenang, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa 21 April 2026.

Dalam sambutannya, Al Haris mengapresiasi kontribusi HKTI dan Wanita Tani dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“HKTI dan Wanita Tani adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Al Haris.

Ia meminta kepengurusan baru HKTI Provinsi Jambi periode 2026–2031 untuk bekerja maksimal demi meningkatkan hasil pertanian.

Gubernur juga memaparkan capaian sektor pertanian di Jambi yang terus menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) Jambi pada Maret 2026 tercatat sebesar 178,39, meningkat dibanding bulan sebelumnya.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga naik menjadi 184,26. Menurut Al Haris, capaian ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk HKTI dan Wanita Tani.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jambi saat ini berada di angka 4,93 persen, termasuk empat besar di Sumatera.

Gubernur Al Haris mengungkapkan, luas sawah di Provinsi Jambi saat ini mencapai sekitar 14.000 hektare dan terus mengalami peningkatan. Pemerintah menargetkan ekspansi lahan pertanian hingga 126.000 hektare pada 2026.

Produksi padi di Jambi juga mengalami peningkatan signifikan, bahkan disebut tertinggi di Sumatera dengan kenaikan mencapai 30,7 persen.

Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan alih fungsi lahan yang perlu diantisipasi.

Menurut Al Haris, kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah memberikan dampak positif bagi petani. Harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram membuat petani semakin tertarik kembali ke sektor pertanian.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER