“Tadi kepala sekolah juga hadir. Untuk anak-anak yang terdampak kebakaran, kami berikan bantuan perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, buku, dan kebutuhan belajar lainnya agar mereka tetap bisa bersekolah seperti biasa,” jelasnya.Lebih lanjut, Maulana memastikan bahwa kebutuhan konsumsi bagi para korban akan ditanggung selama satu minggu ke depan melalui BAZNAS Kota Jambi.
“Selama satu minggu ke depan, korban yang terdampak kebakaran ini akan kami tanggung kebutuhan makannya melalui BAZNAS. Kami akan menunjuk rumah makan atau restoran terdekat untuk menyiapkan makanan berbuka puasa dan sahur bagi mereka, sehingga korban tidak perlu lagi memikirkan soal konsumsi,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada warga dan aparat yang bergerak cepat saat kebakaran terjadi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak RT dan masyarakat sekitar yang cepat membantu saat kejadian. Apresiasi juga kepada warga yang segera menghubungi Call Center 112. Responnya sangat cepat, hanya dalam waktu sekitar sembilan menit armada pemadam sudah tiba di lokasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi permukiman yang padat serta tiupan angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar. Namun berkat respon cepat petugas, kebakaran berhasil dikendalikan sehingga dampaknya tidak semakin meluas.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran TNI dan Polri, termasuk Danramil, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, camat, serta seluruh pihak yang turut membantu dalam penanganan peristiwa kebakaran tersebut.Selain bantuan darurat, Pemerintah Kota Jambi juga memastikan kemudahan dalam pengurusan berbagai dokumen administrasi bagi korban kebakaran yang mungkin hilang atau terbakar.
Pemkot Jambi akan membantu penerbitan surat keterangan musibah untuk mempermudah pengurusan dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan dokumen kependudukan lainnya.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Wali Kota Maulana juga mengimbau masyarakat Kota Jambi agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati, mematikan lampu atau peralatan listrik yang tidak digunakan, serta memastikan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Kita berharap menjelang Idul Fitri tidak ada lagi kejadian serupa sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan bahagia,” tutup Maulana.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, sejumlah kasus kebakaran sebelumnya dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari korsleting listrik hingga sumber api dari dapur maupun percikan lainnya.