Kesehatan

Olahraga Saat Puasa Aman atau Berbahaya? Simak Penjelasan dan Manfaatnya

0

0

matajambi |

Jumat, 20 Feb 2026 09:31 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Manfaat Olahraga Saat Puasa, Tetap Bugar dan Produktif Sepanjang Ramadan - (freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Banyak orang menganggap olahraga saat puasa hanya akan membuat tubuh semakin lemas.

Padahal, jika dilakukan dengan cara yang tepat, aktivitas fisik justru mampu menjaga kebugaran, meningkatkan energi, dan membantu tubuh tetap sehat selama bulan Ramadan. Kuncinya terletak pada pemilihan waktu, jenis, serta intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Selama berpuasa, tubuh memang beradaptasi dengan perubahan pola makan, jam tidur, serta asupan cairan yang lebih terbatas.

Kondisi ini membuat sebagian orang ragu untuk tetap berolahraga karena khawatir mengalami kelelahan atau dehidrasi. Namun, manfaat olahraga saat puasa tetap bisa dirasakan asalkan dilakukan secara bijak.

Di Indonesia, waktu yang sering dipilih untuk berolahraga adalah menjelang berbuka atau setelah salat Tarawih. Pilihan ini dinilai lebih aman karena tubuh dapat segera mengganti cairan dan energi setelah beraktivitas, sehingga risiko dehidrasi bisa ditekan.

Baca Juga:

Olahraga Saat Puasa Aman atau Berisiko? Ini Waktu yang Paling Disarankan

Salah satu manfaat olahraga saat puasa adalah membantu mengontrol berat badan. Saat puasa, metabolisme tubuh cenderung melambat akibat perubahan pola makan. Dengan tetap aktif bergerak, pembakaran kalori tetap berlangsung sehingga risiko penumpukan lemak dapat diminimalkan.

Aktivitas seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau yoga dapat membantu menjaga keseimbangan energi tanpa membuat tubuh terlalu lelah. Selain itu, olahraga juga membantu mengendalikan nafsu makan saat berbuka sehingga pilihan makanan dan porsinya lebih terkontrol.

Olahraga ringan dan rutin selama puasa dapat memperlancar sirkulasi darah serta menjaga kinerja jantung tetap optimal. Aliran darah yang baik membantu menjaga tekanan darah lebih stabil dan menurunkan risiko gangguan kardiovaskular.

Di sisi lain, aktivitas fisik turut mendukung proses metabolisme dan membantu pengeluaran zat sisa melalui keringat. Meskipun asupan cairan terbatas, tubuh tetap dapat menjalankan fungsi metaboliknya dengan baik apabila olahraga dilakukan secara proporsional.

Baca Juga:

Cek Sekarang! Jadwal Imsak, Subuh dan Buka Puasa Kota Jambi 1 Ramadan 1447 H

Perubahan jadwal makan dan tidur selama Ramadan kerap memengaruhi suasana hati. Saat berolahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin yang berperan dalam meningkatkan rasa bahagia dan menekan stres. Kegiatan seperti stretching, yoga, atau berjalan santai dapat membantu menjaga kestabilan emosi sehingga ibadah puasa terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Berlawanan dengan anggapan umum, olahraga saat puasa justru dapat membuat tubuh terasa lebih segar. Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga suplai oksigen lebih optimal. Dampaknya, rasa kantuk dan lesu berkurang, serta konsentrasi saat bekerja atau belajar tetap terjaga.

Asupan kalori dan protein yang berkurang selama puasa berpotensi memengaruhi massa otot. Dengan melakukan latihan kekuatan ringan, yoga, atau pilates, tubuh tetap dapat mempertahankan massa otot dan kekuatan. Selain itu, latihan peregangan membantu meningkatkan fleksibilitas dan mencegah kekakuan akibat kurang bergerak.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER