MATAJAMBI.COM - Makanan pedas menjadi favorit banyak orang karena mampu meningkatkan selera makan dan memberikan sensasi rasa yang khas. Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan ternyata dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan. Awalnya, keluhan yang muncul mungkin hanya berupa rasa tidak nyaman di perut, tetapi jika dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Cabai mengandung senyawa capsaicin yang memberikan sensasi pedas sekaligus memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu melancarkan sirkulasi darah. Meski demikian, konsumsi capsaicin dalam jumlah berlebihan justru dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan memicu peradangan.
Salah satu gangguan yang paling sering terjadi akibat kebiasaan makan pedas adalah radang lambung. Kondisi ini ditandai dengan peradangan pada lapisan lambung yang menimbulkan keluhan seperti perut terasa perih, mual, kembung, serta rasa tidak nyaman di bagian ulu hati.
Pada seseorang yang memiliki riwayat maag, makanan pedas dapat memicu kambuhnya gejala dengan intensitas yang lebih berat karena lambung menjadi lebih sensitif terhadap iritasi.
Konsumsi makanan pedas secara berlebihan juga dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan atau dikenal sebagai GERD. Kondisi ini biasanya menimbulkan sensasi panas di dada, nyeri ulu hati, serta rasa asam di mulut.
Makanan pedas dapat melemahkan fungsi katup antara lambung dan kerongkongan sehingga asam lambung lebih mudah naik dan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas.
Pada sebagian orang, makanan pedas dapat mempercepat pergerakan usus. Akibatnya, proses pencernaan berlangsung lebih cepat dan menyebabkan tinja menjadi lebih cair. Kondisi ini sering disertai frekuensi buang air besar yang meningkat serta sensasi panas pada area anus.Jika diare terjadi berulang, tubuh berisiko mengalami dehidrasi dan kekurangan elektrolit.
Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Penderita IBS biasanya memiliki sistem pencernaan yang lebih sensitif terhadap makanan tertentu, termasuk makanan pedas. Konsumsi cabai berlebihan dapat memicu nyeri perut, perut kembung, hingga perubahan pola buang air besar yang tidak teratur.
Selain itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari karena rasa tidak nyaman pada perut yang muncul secara berulang.
Diare yang dipicu konsumsi makanan pedas dapat menyebabkan iritasi pada area anus. Jika seseorang telah memiliki wasir, kondisi tersebut dapat memperparah gejala seperti rasa nyeri, gatal, hingga perdarahan saat buang air besar.
Selain gangguan pencernaan, kebiasaan makan pedas berlebihan juga dapat menimbulkan efek lain, seperti menurunnya nafsu makan akibat rasa tidak nyaman di perut. Sensasi panas di lambung juga berpotensi mengganggu kualitas tidur, padahal istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.