MATAJAMBI.COM - Dada sesak dan mual merupakan keluhan kesehatan yang cukup sering dialami oleh banyak orang. Kondisi ini bisa muncul secara mendadak maupun berlangsung secara bertahap hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebagian orang menganggap keluhan tersebut sebagai gangguan ringan, padahal dalam beberapa kasus, dada sesak yang disertai mual dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Keluhan ini dapat dipicu oleh berbagai faktor mulai dari gangguan pencernaan, tekanan psikologis, hingga penyakit pada organ vital seperti jantung dan paru-paru. Memahami penyebab dada sesak dan mual sangat penting agar seseorang dapat melakukan penanganan yang tepat sekaligus mencegah risiko komplikasi yang berbahaya.
Dada sesak dan mual terjadi karena adanya gangguan pada sistem tubuh yang memengaruhi aliran oksigen, fungsi organ pencernaan, atau respons saraf. Ketika organ tubuh tidak bekerja secara optimal, tubuh akan memberikan sinyal berupa rasa tidak nyaman di dada, gangguan pernapasan, hingga sensasi mual.
Dalam dunia medis, gejala ini sering dikaitkan dengan gangguan pada lambung, sistem pernapasan, gangguan jantung, kondisi psikologis, hingga gangguan pada peredaran darah.
Masing-masing penyebab memiliki karakteristik gejala yang berbeda sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula.
Asam Lambung Menjadi Penyebab Paling Umum
Salah satu penyebab paling sering dari dada sesak dan mual adalah penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease. Kondisi ini terjadi ketika cairan asam dari lambung naik kembali menuju kerongkongan akibat lemahnya katup pemisah antara lambung dan kerongkongan.Ketika asam lambung mengiritasi dinding kerongkongan, penderita biasanya merasakan sensasi panas, tekanan, atau terbakar pada bagian dada. Sensasi tersebut sering kali disalahartikan sebagai gangguan jantung. Selain itu, naiknya asam lambung juga dapat memengaruhi saraf di saluran pencernaan sehingga memicu rasa mual bahkan muntah.
Kebiasaan makan berlebihan, mengonsumsi makanan pedas dan berlemak, merokok, serta berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam lambung.
Peradangan pada lapisan lambung atau gastritis juga sering menjadi penyebab dada terasa sesak dan mual. Kondisi ini menyebabkan lambung terasa nyeri, penuh, dan tidak nyaman. Rasa nyeri yang muncul terkadang menjalar hingga ke area dada sehingga menimbulkan sensasi tertekan.
Radang lambung sering dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, infeksi bakteri, konsumsi alkohol, serta penggunaan obat anti nyeri dalam jangka panjang. Jika tidak ditangani, gastritis dapat berkembang menjadi gangguan pencernaan kronis yang memengaruhi kualitas hidup penderita.
Stres dan Gangguan Kecemasan Memicu Reaksi Fisik
Kondisi psikologis seperti stres berat, kecemasan, maupun serangan panik juga dapat menimbulkan dada sesak dan mual. Saat seseorang mengalami tekanan emosional, tubuh akan melepaskan hormon stres yang menyebabkan detak jantung meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, serta otot tubuh menegang.