MATAJAMBI.COM - Pernahkah Anda memperhatikan bahwa di banyak kamar hotel tidak ada jam dinding atau jam meja? Bagi sebagian orang, hal ini terasa aneh karena jam merupakan benda penting dalam kehidupan sehari hari. Namun, di dunia perhotelan, absennya jam justru merupakan keputusan yang sengaja dibuat dan memiliki alasan strategis.
Fenomena ini bukan kebetulan. Banyak hotel modern secara sadar memilih untuk tidak menempatkan jam di kamar tamu. Kebijakan ini bahkan diterapkan oleh jaringan hotel besar di berbagai negara karena dianggap memberikan pengalaman menginap yang lebih baik bagi pelanggan.
Salah satu alasan utama adalah menjaga ketenangan tamu. Jam analog dengan suara detak yang terus berdetak bisa terdengar sangat jelas di ruangan yang hening, terutama saat malam hari.
Bagi sebagian orang, bunyi kecil ini cukup mengganggu kualitas tidur. Hotel ingin memastikan para tamu bisa benar benar beristirahat tanpa gangguan suara sekecil apa pun.
Selain itu, faktor keamanan dan kehilangan barang juga menjadi pertimbangan. Jam dinding atau jam meja termasuk barang yang relatif kecil, mudah dilepas, dan sering kali memiliki desain menarik.
Jika diletakkan di setiap kamar, risiko jam tersebut hilang atau terbawa pulang tamu akan semakin besar. Itulah sebabnya, bila hotel menyediakan jam, biasanya diletakkan di area publik seperti lobi atau ruang pertemuan, bukan di dalam kamar.
Dari sisi operasional, keputusan ini juga berkaitan dengan efisiensi biaya. Jam dinding merupakan perangkat elektronik yang memerlukan perawatan, penggantian baterai, dan perbaikan jika rusak.Jika sebuah hotel memiliki ratusan kamar, biaya kecil ini bisa berubah menjadi pengeluaran besar dalam jangka panjang. Menghilangkan jam di kamar menjadi cara sederhana untuk menekan biaya perawatan.
Di era digital, kebutuhan akan jam fisik juga semakin berkurang. Hampir semua tamu membawa ponsel pintar yang menampilkan waktu secara akurat dan memiliki fitur alarm.
Selain itu, hotel menyediakan layanan wake up call yang bisa diandalkan bagi tamu yang harus bangun pagi. Dengan begitu, keberadaan jam di kamar menjadi tidak lagi esensial.
Ada pula alasan yang jarang disadari, yaitu strategi pemasaran dan psikologi tamu. Kehadiran jam di dalam kamar dapat membuat seseorang terus memantau waktu, termasuk waktu check out.
Hal ini bisa membuat tamu merasa terburu buru dan segera berkemas. Sebaliknya, tanpa jam yang terlihat jelas, tamu cenderung merasa lebih santai dan tidak terlalu fokus pada waktu, sehingga lebih mungkin memperpanjang masa menginap atau menikmati fasilitas hotel lebih lama.