MATAJAMBI.COM - Demam yang muncul bersamaan dengan diare kerap membuat penderitanya merasa khawatir, terutama jika terjadi secara tiba-tiba.
Kondisi ini sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh saat menghadapi gangguan, khususnya pada sistem pencernaan. Meski sering dianggap ringan, demam dan diare yang muncul bersamaan tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu kehilangan cairan, gangguan elektrolit, hingga menurunnya daya tahan tubuh.
Di Indonesia, keluhan ini cukup sering terjadi akibat faktor kebersihan makanan, kualitas air minum, serta perubahan cuaca. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling berisiko karena tubuh mereka lebih cepat mengalami dehidrasi.
Selain suhu tubuh meningkat dan buang air besar encer, demam disertai diare biasanya juga disertai keluhan lain seperti perut mulas, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit kepala, hingga tubuh terasa sangat lemas. Bila kondisi ini berlangsung lama, penderita dapat mengalami tanda dehidrasi berupa mulut kering, jarang buang air kecil, dan rasa pusing saat berdiri.
Infeksi Saluran Cerna
Penyebab paling umum adalah infeksi virus dan bakteri yang masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Virus seperti rotavirus dan norovirus sering menyerang anak-anak, sementara bakteri seperti Salmonella dan E. coli kerap ditemukan pada makanan yang tidak matang atau air yang tidak bersih.
Keracunan MakananDemam dan diare yang muncul beberapa jam setelah makan dapat menjadi tanda keracunan makanan. Tubuh berusaha mengeluarkan zat berbahaya secepat mungkin melalui diare, sementara demam muncul sebagai respons sistem kekebalan.
Infeksi Parasit
Parasit usus dapat menyebabkan diare berkepanjangan yang disertai demam ringan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat konsumsi air mentah atau lingkungan dengan sanitasi yang buruk.
Efek Samping Obat
Penggunaan obat tertentu, terutama antibiotik, dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Akibatnya, sistem pencernaan menjadi sensitif dan memicu diare serta demam ringan.