MATAJAMBI.COM - Federasi Sepak Bola Indonesia PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, Sabtu 03 Januari 2026.
Penunjukan ini menjadi penanda dimulainya babak baru sepak bola nasional setelah kegagalan Skuad Garuda melaju pada fase krusial kualifikasi Piala Dunia beberapa waktu lalu.
Melalui pernyataan resminya, PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih asal Inggris berusia 50 tahun tersebut. Herdman dinilai sebagai sosok tepat untuk membawa perubahan karena memiliki rekam jejak internasional yang kuat, baik di level tim nasional putra maupun putri.
Bukan sekadar pelatih biasa, John Herdman dikenal sebagai arsitek berpengalaman yang mampu membangun mental juara dan identitas permainan tim.
Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara tampil di ajang Piala Dunia FIFA, sebuah pencapaian langka yang menjadi nilai lebih di mata federasi.
Rekam Jejak Gemilang Bersama Kanada
Nama John Herdman mencuat di kancah sepak bola Amerika Utara berkat prestasinya bersama Kanada. Di sektor putra, ia sukses mengakhiri penantian panjang dengan mengantar Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, pertama kalinya setelah 36 tahun. Tak hanya itu, di bawah arahannya, peringkat FIFA Kanada melonjak drastis dari posisi 77 ke kisaran 33 dunia.Herdman juga mencatatkan rekor impresif dengan rentetan 17 pertandingan tanpa kekalahan pada periode 2021–2022, membawa Kanada menjadi salah satu kekuatan baru di kawasan CONCACAF. Ia bahkan mengantar Kanada melaju ke final CONCACAF Nations League untuk pertama kalinya pada 2023.
Sukses Besar di Sepak Bola Putri
Sebelum menangani tim putra, Herdman terlebih dahulu menorehkan sejarah bersama tim nasional putri Kanada. Di bawah kepemimpinannya, Kanada tampil di Piala Dunia Putri 2007 dan 2011, serta meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade London 2012 dan Rio 2016.
Tak hanya itu, Herdman juga membawa Kanada menjuarai Pan American Games 2011 dan mengangkat peringkat FIFA timnas putri Kanada hingga menembus posisi empat besar dunia pada 2017. Prestasi ini mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih yang mampu membangun tim secara berkelanjutan.
Karier Panjang dan Pengakuan Dunia