Setelah skor kembali imbang, Jerman mencoba menguasai jalannya pertandingan. Tim asuhan Julian Nagelsmann mengandalkan kecepatan Leroy Sane, kreativitas Florian Wirtz, serta pergerakan Kai Havertz di lini depan.Havertz sempat mengancam melalui sundulan yang menguji ketangguhan Hernan Galindez. Tidak lama setelah babak kedua dimulai, penyerang Jerman itu juga sempat terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Joel Ordonez.
Wasit awalnya menunjuk titik putih. Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan setelah pemeriksaan VAR. Dalam proses serangan, terdapat pelanggaran lebih dulu yang dilakukan Sane terhadap Pedro Vite.
Keputusan itu menjadi momen penting bagi Ekuador. La Tri selamat dari tekanan besar dan tetap menjaga peluang untuk mencari gol kemenangan.
Memasuki pertengahan babak kedua, Ekuador tidak hanya bertahan. Mereka mulai tampil lebih agresif karena sadar kemenangan menjadi syarat penting untuk menjaga peluang lolos.
Enner Valencia sempat melepaskan tembakan keras yang masih mampu ditepis Manuel Neuer. Setelah itu, lini belakang Jerman hampir membuat kesalahan fatal akibat miskomunikasi antara Neuer dan Jonathan Tah.
Kevin Rodriguez nyaris memanfaatkan situasi tersebut, tetapi peluang itu belum berbuah gol. Ekuador kembali mengancam lewat Gonzalo Plata yang menyambut umpan silang Moises Caicedo, namun bola masih melebar dari sasaran.Di sisi lain, Jerman juga memiliki peluang emas untuk kembali unggul. Leroy Sane mendapatkan ruang tembak cukup terbuka, tetapi penyelesaiannya terlalu lemah dan mudah diamankan Galindez.
Peluang yang gagal dimaksimalkan Jerman akhirnya harus dibayar mahal. Pada menit ke-77, Ekuador mencetak gol kemenangan melalui Gonzalo Plata.
Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok. Kevin Rodriguez berhasil meneruskan bola ke area berbahaya di depan gawang Jerman.
Plata yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola dari jarak dekat. Manuel Neuer tidak mampu menghentikan sontekan tersebut dan Ekuador berbalik unggul 2-1.
Gol itu langsung memicu perayaan besar dari pemain dan pendukung Ekuador di stadion. Ribuan suporter La Tri yang hadir di New Jersey larut dalam euforia setelah melihat tim mereka berada di ambang kelolosan.