Pada menit ke-12, Anis Ben Slimane mendapatkan peluang melalui sundulan dari situasi sepak pojok. Namun, bola masih dapat diamankan kiper Belanda, Bart Verbruggen.Belanda kemudian kembali mengancam lewat Tijjani Reijnders pada menit ke-19. Tembakannya hampir menambah keunggulan, tetapi Aymen Dahmen masih mampu melakukan penyelamatan.
Donyell Malen juga mencoba peruntungan melalui tendangan jarak jauh pada menit ke-31, namun bola masih melambung di atas mistar. Ryan Gravenberch turut mendapat kesempatan pada menit ke-39, tetapi belum mampu mengubah skor.
Menjelang babak pertama berakhir, Denzel Dumfries hampir mencetak gol ketiga untuk Belanda. Namun, tembakannya dari dalam kotak penalti kembali bisa diamankan Dahmen.
Skor 2-0 untuk keunggulan Belanda bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Tunisia tampil lebih berani. Mereka mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Upaya Tunisia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Hazem Mastouri berhasil mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan sepak pojok dari Hannibal Mejbri.Bola mengarah ke sudut kiri gawang dan tidak mampu dijangkau Bart Verbruggen. Gol tersebut membuat Tunisia memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Wasit Katia Itzel Garcia Mendoza sempat melakukan pengecekan VAR untuk memastikan keabsahan gol. Setelah peninjauan, gol Mastouri dinyatakan sah.
Gol itu sempat memberi harapan bagi Tunisia untuk kembali ke pertandingan. Namun, Belanda tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons.
Belanda kembali menjauh pada menit ke-62. Kali ini giliran Jan Paul van Hecke yang mencatatkan namanya di papan skor.
Gol tersebut lahir dari situasi sepak pojok. Tijjani Reijnders mengirim bola matang ke kotak penalti, lalu Van Hecke menyambutnya dengan sundulan terarah.