BATANG HARI, MATAJAMBI.COM – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah membawa kebahagiaan tersendiri bagi Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian. Selama libur Idul Adha, jumlah kunjungan keluarga ke LPKA Muara Bulian mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa.
Sejak hari pertama Idul Adha yang jatuh pada Rabu 27 Mei 2026, ratusan anggota keluarga datang untuk bersilaturahmi dan melepas rindu dengan anak-anak binaan. Momen tersebut menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara Anak Binaan dengan keluarga mereka.
Kepala LPKA Kelas II Muara Bulian, Kasogi, membenarkan adanya peningkatan jumlah kunjungan selama perayaan Idul Adha tahun ini.
Menurutnya, layanan kunjungan hari raya tidak hanya bertujuan memenuhi hak Anak Binaan untuk bertemu keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan yang berbasis pendekatan kekeluargaan dan kemanusiaan.
“Momentum Hari Raya Iduladha dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan kunjungan keluarga yang humanis, tertib, dan penuh makna bagi Anak Binaan. Ini merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam memperkuat hubungan emosional antara Anak Binaan dengan keluarganya sebagai fondasi penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial,” ujar Kasogi, Jumat (29/5/2026).
Pelaksanaan layanan kunjungan berlangsung dengan pengawasan yang ketat guna menjaga keamanan dan ketertiban. Namun demikian, petugas tetap mengedepankan pendekatan yang ramah anak serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Suasana haru tampak mewarnai area kunjungan ketika para orang tua, saudara, dan kerabat diberikan kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan Anak Binaan di momen hari besar keagamaan tersebut. Banyak keluarga memanfaatkan kesempatan itu untuk memberikan dukungan moral dan motivasi kepada anak-anak mereka.
Kasogi menjelaskan, kehadiran keluarga memiliki peran besar dalam membangun semangat serta kepercayaan diri Anak Binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Iduladha mengajarkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan pengorbanan. Kehadiran keluarga diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi Anak Binaan untuk terus memperbaiki diri dan menatap masa depan yang lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa layanan kunjungan keluarga selama hari raya merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan yang semakin humanis dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Menurutnya, penguatan hubungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan sekaligus menekan risiko pengulangan pelanggaran hukum setelah Anak Binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Hubungan keluarga yang baik menjadi modal utama dalam proses reintegrasi sosial. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan layanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi Anak Binaan,” pungkas Kasogi.