Kesehatan

Kubis vs Kembang Kol, Mana yang Lebih Sehat untuk Jantung dan Pencernaan? Ini Penjelasannya

0

0

matajambi |

Kamis, 28 Mei 2026 09:04 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Kubis dan Kembang Kol, Dua Sayuran Rendah Kalori yang Baik untuk Jantung dan Pencernaan - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Kubis dan kembang kol dikenal sebagai sayuran cruciferous yang kaya manfaat bagi kesehatan. Selain rendah kalori, keduanya mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu mendukung kesehatan jantung, menjaga sistem pencernaan, serta memperkuat daya tahan tubuh.

Dalam pola makan sehat, kubis dan kembang kol sering menjadi pilihan karena mudah diolah dan cocok dikonsumsi dalam berbagai menu harian. Kedua sayuran ini juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap, sehingga baik dimasukkan ke dalam menu diet seimbang.

Salah satu manfaat utama kubis dan kembang kol adalah kemampuannya dalam mendukung kesehatan jantung. Kandungan serat, antioksidan, serta senyawa alami bersifat anti-inflamasi di dalamnya berperan membantu tubuh menjaga fungsi pembuluh darah dan mengurangi risiko gangguan metabolik.

Kubis dan kembang kol mengandung serat larut yang dapat membentuk gel di dalam saluran pencernaan. Serat jenis ini membantu mengikat kolesterol di usus, sehingga penyerapan kolesterol oleh tubuh dapat berkurang. Proses tersebut berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Baca Juga:

Viral Sapi Kurban Masuk Tenda Pernikahan, Kursi dan Dekorasi Rusak Jelang Akad

Meski semua jenis sayuran pada dasarnya baik untuk tubuh, sayuran cruciferous seperti kubis dan kembang kol memiliki keunggulan tersendiri. Kandungan senyawa sulfur di dalamnya diduga dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi peradangan dalam tubuh.

Selain mendukung kesehatan jantung, kubis dan kembang kol juga bermanfaat bagi sistem pencernaan. Kandungan seratnya membantu memperlancar buang air besar, menambah massa feses, dan membantu makanan bergerak lebih baik di dalam saluran cerna.

Serat juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Mikrobioma yang sehat dapat membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Kubis memiliki nilai tambah karena sering dikonsumsi dalam bentuk fermentasi, seperti kimchi atau sauerkraut. Makanan fermentasi tersebut mengandung bakteri baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus.

Sementara itu, sayuran cruciferous juga mengandung senyawa tanaman seperti glukosinolat, flavonoid, dan polifenol. Senyawa ini berpotensi membantu menjaga lapisan usus tetap kuat serta mengurangi peradangan di saluran pencernaan.

Namun, pada sebagian orang, kembang kol dapat menyebabkan perut terasa kembung atau bergas. Hal ini terjadi karena kembang kol mengandung karbohidrat yang mudah difermentasi di usus. Bagi orang yang sensitif, kubis yang dimasak terkadang lebih mudah ditoleransi dibandingkan kembang kol.

Baca Juga:

Wali Kota Maulana Salurkan 187 Hewan Kurban, Warga Kota Jambi Terima 1.645 Kupon

Tidak hanya baik untuk jantung dan pencernaan, kubis serta kembang kol juga memiliki manfaat lain bagi tubuh.

Keduanya mengandung vitamin C yang berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Vitamin C membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan membantu tubuh melawan infeksi.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER