“Kami meminta dukungan BPOM bersama Dinkes Kota Jambi untuk rutin mengambil sampling makanan pada program MBG. Kalau pengawasan sering dilakukan di lapangan, tentu semua pihak akan lebih berhati-hati dalam menjaga kualitas makanan,” katanya.
Maulana menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi besar bagi Pemerintah Kota Jambi untuk terus meningkatkan kualitas keamanan pangan bagi masyarakat. Terlebih, Kota Jambi bukan daerah penghasil bahan pangan utama, sehingga pengawasan distribusi dan kualitas pangan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Keamanan pangan adalah bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa aman dan percaya terhadap produk pangan yang dikonsumsi setiap hari,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPOM Jambi Musthofa Anwari menegaskan pihaknya siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Jambi untuk meningkatkan kualitas pengawasan pangan.
Menurutnya, pencapaian Kota Jambi saat ini menjadi langkah awal menuju predikat yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Sesuai dengan yang disampaikan Pak Wali Kota, ke depan akan kita tingkatkan hingga predikat unggul. Hal itu tentu membutuhkan sinergi kuat antara BPOM dan Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya.
Keberhasilan Kota Jambi meraih penghargaan “Kota Pangan Aman Level 3” sekaligus menjadi bukti nyata bahwa upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pangan yang aman, sehat, dan berkualitas telah mendapat pengakuan nasional. Prestasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan yang beredar di Kota Jambi.