“Izin, jawaban kami tadi sama dengan regu B,” ujar peserta Grup C dalam video yang kini viral di media sosial.Menanggapi protes tersebut, Dyastasita menjelaskan bahwa jawaban Grup C dianggap tidak menyebut unsur pertimbangan dari DPD sehingga dinilai tidak lengkap.
Namun, penjelasan itu kembali menuai perdebatan karena banyak penonton merasa unsur tersebut sebenarnya telah disebutkan oleh Grup C.
Tak lama kemudian, juri lainnya yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni, turut memberikan penjelasan terkait alasan pengurangan nilai.
Menurutnya, artikulasi atau kejelasan pengucapan peserta menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian lomba.
Ia menegaskan bahwa apabila dewan juri tidak mendengar jawaban dengan jelas, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai sesuai ketentuan perlombaan.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik publik. Banyak netizen menilai keputusan juri terkesan membingungkan dan tidak transparan.Di media sosial, berbagai komentar pedas bermunculan. Sejumlah warganet meminta MPR RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjurian agar tidak mencoreng kredibilitas lomba edukatif tersebut.
“Kalau jawabannya sama tapi nilainya beda jauh, wajar publik curiga,” tulis salah satu netizen.
“Kasihan peserta yang sudah belajar serius malah jadi kontroversi karena penilaian,” komentar akun lainnya.
Ramainya polemik tersebut akhirnya membuat Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, turut memberikan tanggapan.
Akbar menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan memastikan pihak MPR akan melakukan evaluasi terhadap dewan juri maupun sistem perlombaan secara keseluruhan.