MATAJAMBI.COM - Keluhan tenggorokan berdahak tapi tidak batuk cukup sering dialami, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa membaik dengan sendirinya.
Meski begitu, jika rasa mengganjal di tenggorokan tak kunjung hilang, keluhan ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu.
Lendir atau dahak yang menumpuk tanpa disertai batuk dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Sensasi seperti ada lendir yang menempel di tenggorokan kerap mengganggu saat berbicara, makan, bahkan ketika tidur.
Salah satu penyebab paling umum adalah alergi. Saat tubuh bereaksi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau makanan tertentu, sistem imun akan memproduksi lendir lebih banyak sebagai bentuk perlindungan.
Akibatnya, lendir bisa terkumpul di tenggorokan. Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti bersin, hidung tersumbat, mata berair, atau rasa gatal.
Infeksi saluran pernapasan juga dapat memicu produksi lendir berlebih. Flu, pilek, sinusitis, atau radang tenggorokan sering kali membuat lendir tetap tertinggal di tenggorokan meski gejala utama sudah mereda. Pada beberapa orang, refleks batuk kurang kuat sehingga lendir tidak mudah keluar dan hanya terasa mengganjal.
Gangguan asam lambung atau GERD juga bisa menjadi pemicu. Naiknya asam lambung ke kerongkongan dapat mengiritasi tenggorokan dan merangsang produksi lendir sebagai mekanisme perlindungan. Lendir yang dihasilkan cenderung lebih kental dan tidak selalu disertai batuk. Biasanya disertai keluhan seperti dada terasa panas, mulut pahit, atau nyeri ulu hati.
Paparan asap rokok dan polusi udara turut berperan. Zat iritan dari asap dan polusi dapat membuat saluran napas memproduksi lendir ekstra untuk menangkap partikel berbahaya. Kondisi ini kerap dialami perokok aktif maupun orang yang sering berada di lingkungan berpolusi.
Kurangnya asupan cairan juga bisa menyebabkan lendir menjadi lebih kental dan sulit dikeluarkan. Saat tubuh dehidrasi, lendir akan terasa lengket dan menumpuk di tenggorokan. Hal ini bisa terjadi akibat kurang minum, aktivitas berat, cuaca panas, atau kondisi seperti diare dan muntah.
Udara yang terlalu kering, terutama di ruangan ber-AC atau saat musim kemarau, juga dapat membuat saluran napas kehilangan kelembapan. Tubuh kemudian merespons dengan memproduksi lendir tambahan yang sering kali terasa lebih kental.
Selain itu, kondisi postnasal drip, yaitu lendir dari hidung atau sinus yang mengalir ke belakang tenggorokan, sering menjadi penyebab rasa penuh atau mengganjal tanpa disertai batuk. Keluhan ini biasanya terasa lebih jelas saat pagi hari atau ketika berbaring.