MATAJAMBI.COM - Minum kopi saat sahur kerap menjadi pilihan banyak orang agar tubuh terasa lebih segar dan tidak mudah mengantuk selama menjalani puasa.
Sensasi stimulan dari kafein memang mampu meningkatkan fokus di pagi hari. Namun, di balik manfaat tersebut, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadikan kopi sebagai menu rutin saat sahur.
Kopi dikenal sebagai minuman yang dapat meningkatkan kewaspadaan berkat kandungan kafeinnya. Meski demikian, kebiasaan minum kopi saat sahur tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi yang memiliki gangguan lambung atau sensitif terhadap kafein.
Karena itu, penting memahami dampak minum kopi saat sahur agar manfaat yang diperoleh tidak berubah menjadi gangguan kesehatan selama berpuasa.
Banyak orang mengandalkan kopi saat sahur untuk membantu menjaga konsentrasi sepanjang hari. Kandungan kafein di dalamnya bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga rasa kantuk dapat ditekan sementara.
Namun, reaksi tubuh terhadap minum kopi saat sahur bisa berbeda pada setiap individu. Sebagian orang merasa tetap nyaman, tetapi ada pula yang mengalami keluhan seperti perut terasa perih, mual, hingga jantung berdebar. Kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein.
Kopi juga dapat merangsang produksi asam lambung. Jika dikonsumsi saat perut kosong, terutama pada penderita maag atau refluks asam lambung, keluhan seperti nyeri ulu hati bisa muncul. Selain itu, efek diuretik ringan dari kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga tubuh berpotensi lebih cepat kehilangan cairan dan merasa haus saat puasa.Oleh sebab itu, keputusan minum kopi saat sahur sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika muncul keluhan setelah mengonsumsinya, ada baiknya mengurangi jumlah atau menghentikan sementara agar puasa tetap nyaman.
Agar tetap bisa menikmati kopi tanpa mengganggu kesehatan selama puasa, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan.
Batasi konsumsi kopi dalam jumlah wajar, misalnya satu cangkir kecil sekitar 150 mililiter. Pilih kopi dengan sedikit gula atau tanpa tambahan gula berlebihan, karena asupan gula tinggi dapat memicu lonjakan gula darah dan membuat tubuh cepat lelah.
Sebaiknya konsumsi kopi setelah makan sahur, bukan saat perut benar-benar kosong. Cara ini dapat membantu menekan risiko iritasi lambung. Selain itu, tetap penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga sepanjang hari.
Bagi yang memiliki riwayat maag, GERD, gangguan irama jantung, gangguan kecemasan, atau sedang hamil, sebaiknya membatasi bahkan menghindari minum kopi saat sahur karena tubuh cenderung lebih sensitif terhadap efek kafein.