Pengangkutan sampah selanjutnya akan dilakukan dengan sistem terintegrasi, di mana sampah yang dikumpulkan menggunakan Germo akan langsung dipindahkan ke armada DLH untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).Wali Kota berharap sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Pelayangan dapat menjadi model bagi kecamatan lain di Kota Jambi. Ia menargetkan seluruh TPS liar dapat ditutup secara bertahap melalui program Kampung Bahagia.
“Pelayangan menjadi kecamatan pertama yang menerapkan sistem ini. Kami berharap dapat menjadi contoh bagi wilayah lain sehingga pengelolaan sampah di Kota Jambi semakin tertata,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Pelayangan, Gazali, menyampaikan bahwa program pengelolaan sampah berbasis masyarakat merupakan bagian dari komitmen daerah yang tertuang dalam Pakta Integritas bersama Wali Kota Jambi.
Gazali menjelaskan, penerapan sistem pengelolaan sampah menggunakan gerobak motor telah dimulai sejak Agustus 2025 dan awalnya diterapkan di tiga kelurahan.
Ia menambahkan, berkat dukungan sarana prasarana serta partisipasi masyarakat, program tersebut kini telah diterapkan di seluruh kelurahan di Kecamatan Pelayangan. Untuk mendukung operasional, masyarakat berkontribusi melalui iuran kebersihan sebesar Rp10 ribu per rumah.Gazali juga menyebutkan bahwa pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan DLH Kota Jambi untuk memastikan pengangkutan sampah dilakukan sesuai jadwal operasional, yakni pukul 07.00 dan 10.00 WIB.
Ia mengapresiasi peran aktif lurah, ketua RT, serta masyarakat yang telah mendukung keberhasilan program tersebut. Menurutnya, seluruh TPS liar di Kecamatan Pelayangan kini telah berhasil ditutup.
“Alhamdulillah seluruh TPS di wilayah Pelayangan sudah tidak ada lagi. Ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, para lurah, ketua RT, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, tokoh adat, serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Pelayangan.