JAMBI, MATAJAMBI.COM – Tim sepak bola FC Koja Kota Jambi memastikan satu tempat di partai final Gubernur Cup 2026 setelah berhasil mengalahkan tim Kabupaten Muaro Jambi dengan skor 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang KONI Provinsi Jambi, Jumat sore, 23 Januari 2026.
Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi performa FC Koja sepanjang turnamen. Bermain disiplin dan penuh semangat, skuad Kota Jambi mampu mengontrol jalannya pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan.
Sejak menit awal, kedua tim tampil dengan intensitas tinggi. FC Koja dan Muaro Jambi saling melancarkan serangan demi membuka keunggulan lebih dulu.
Pertahanan solid dari kedua kubu membuat peluang yang tercipta belum mampu berbuah gol. Hingga turun minum, skor masih bertahan imbang tanpa gol.
Memasuki paruh kedua, FC Koja meningkatkan tekanan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-73 melalui gol Khusni Mubarak yang memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti.
Keunggulan Kota Jambi semakin diperbesar pada menit ke-82 setelah Amabel Ramansyah sukses mencatatkan namanya di papan skor. Dua gol tersebut memastikan langkah FC Koja menuju partai puncak.
Dengan hasil ini, tim asuhan pelatih Saktiawan Sinaga akan menghadapi Kabupaten Merangin pada laga final yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 25 Januari 2026, di Stadion Swarnabumi.Partai final diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama sama tampil impresif sejak fase awal kompetisi.
Pertandingan semifinal ini disaksikan ribuan pendukung dari kedua tim. Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha yang juga menjabat sebagai Manajer FC Koja turut hadir langsung di tribun, bersama sejumlah pejabat daerah dari Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.
Usai pertandingan, Diza menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh pemain dan tim pelatih.
Ia menegaskan bahwa manajemen memberikan dukungan penuh terhadap strategi yang diterapkan pelatih, mulai dari pembentukan kekompakan tim hingga persiapan menghadapi laga penting.
“Kami optimistis tim ini mampu tampil maksimal di final. Meski ada beberapa pemain yang berhalangan tampil, kedalaman skuad tetap menjadi kekuatan utama,” ujarnya.