Metronews

Viral Dugaan Kekerasan Guru di SMK Tanjabtim, Siswa Sebut Ditampar di Dalam Kelas

0

0

matajambi |

Sabtu, 17 Jan 2026 08:17 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Seorang siswa bernama Muhammad Ufi Fadillah mengaku mengalami perlakuan fisik saat proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas - (matajambi.com)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

TANJAB TUMUR, MATAJAMBI.COM - Dugaan tindakan kekerasan oleh seorang oknum guru terhadap siswa terjadi di lingkungan SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur.

Seorang siswa bernama Muhammad Ufi Fadillah mengaku mengalami perlakuan fisik saat proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas, katanya.

Korban menuturkan, peristiwa tersebut terjadi ketika kegiatan pembelajaran hampir berakhir. Suasana kelas disebut sedikit gaduh sehingga dirinya menegur teman-temannya agar lebih tenang, ujarnya.

Namun tanpa disadari, oknum guru yang bersangkutan disebut tengah melintas di depan kelas saat teguran itu disampaikan, ungkapnya.

Baca Juga:

Nah! Viral Dikeroyok Siswa, Guru SMKN 3 Berbak Tanjab Timur Akhirnya Lapor Polda Jambi

 
 

Menurut pengakuan, oknum guru tersebut kemudian masuk ke dalam kelas secara tiba-tiba tanpa terlebih dahulu berkomunikasi dengan guru yang sedang mengajar.

Ia langsung mempertanyakan siapa siswa yang mengucapkan kata teguran tersebut, jelasnya. Korban pun mengaku secara terbuka bahwa dirinya yang berbicara, katanya.

Situasi kelas selanjutnya disebut berubah tegang. Korban mengaku diminta maju ke depan kelas dan secara spontan menerima tamparan di hadapan siswa lain.

Bahkan, ia menyebut sempat mendapatkan pukulan lebih dahulu sebelum ditampar, bebernya.

Baca Juga:

Heboh! Guru SMKN 3 Tanjab Timur Dikeroyok Murid, Begini Kata Gubernur Al Haris

Korban juga mengungkapkan adanya persoalan komunikasi yang sebelumnya kerap menimbulkan ketegangan. Ia menyebut oknum guru tersebut tidak berkenan dipanggil dengan sebutan “Bapak” dan meminta dipanggil dengan panggilan tertentu yang dianggap tidak lazim di lingkungan sekolah, tuturnya.

Selain itu, insiden ini disebut berkaitan dengan permintaan sejumlah pihak agar oknum guru tersebut menyampaikan permohonan maaf atas ucapan yang diduga menghina orang tua siswa. Upaya penyampaian permintaan maaf sempat dimediasi oleh guru lain, namun tidak mendapat tanggapan yang diharapkan, katanya.

Korban menambahkan, pembahasan yang seharusnya berfokus pada permintaan maaf justru melebar ke persoalan lain. Tak lama kemudian, dirinya dibawa ke kantor sekolah dengan melibatkan pihak komite, tanpa penjelasan yang jelas mengenai tujuan pemanggilan tersebut, ungkapnya.

Baca Juga:

Ini Pengakuan Guru AS Soal Awal Keributan di SMKN 3 Berbak Sebelum Ia Dikeroyok Siswa

Peristiwa ini memicu perhatian dari orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Dugaan kekerasan fisik di lingkungan sekolah dinilai dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis peserta didik dan mencederai nilai-nilai pendidikan, kata sejumlah wali murid.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER