MATAJAMBI.COM - Kutil kelamin masih menjadi masalah kesehatan yang sering disalahpahami masyarakat.
Banyak orang panik saat menemukan benjolan kecil di area intim dan langsung bertanya-tanya, apakah kutil kelamin bisa sembuh sepenuhnya atau akan terus kambuh seumur hidup.
Pertanyaan ini wajar, mengingat kutil kelamin berkaitan erat dengan penyakit menular seksual yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental penderitanya.
Secara medis, kutil kelamin disebabkan oleh infeksi human papillomavirus atau HPV. Virus ini ditularkan terutama melalui kontak seksual dan dapat menginfeksi siapa saja, baik pria maupun wanita, tanpa memandang usia atau status hubungan.
Menariknya, banyak orang yang terinfeksi HPV tidak langsung menunjukkan gejala, sehingga tanpa disadari tetap dapat menularkan virus kepada pasangan.
Ketika sistem kekebalan tubuh tidak mampu menekan virus, HPV akan memicu pertumbuhan jaringan abnormal di kulit area genital.
Benjolan ini dapat berukuran sangat kecil hingga cukup besar, tumbuh satu atau berkelompok, dan dalam beberapa kasus menyerupai kembang kol. Selain mengganggu secara fisik, kutil kelamin sering menimbulkan tekanan psikologis, rasa malu, hingga menurunnya kepercayaan diri saat berhubungan dengan pasangan.Lalu, apakah kutil kelamin bisa sembuh total? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Kutil kelamin dapat dihilangkan dengan pengobatan medis, baik melalui obat oles maupun tindakan khusus di fasilitas kesehatan.
Setelah kutil menghilang, keluhan seperti gatal, perih, atau nyeri biasanya ikut mereda. Namun, virus HPV itu sendiri dapat tetap berada di dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif.
Keberadaan virus yang masih “tidur” inilah yang membuat kutil kelamin berpotensi muncul kembali di kemudian hari. Kekambuhan umumnya terjadi ketika daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat stres berkepanjangan, kurang tidur, kelelahan ekstrem, atau penyakit tertentu. Meski demikian, tidak semua penderita akan mengalami kekambuhan berulang.
Dokter menjelaskan bahwa pada banyak kasus, terutama pada orang dengan sistem imun yang baik, tubuh mampu menekan aktivitas virus HPV hingga tidak lagi menimbulkan gejala.
Bahkan, dalam beberapa tahun, virus dapat menjadi tidak terdeteksi secara klinis. Inilah alasan mengapa sebagian penderita tidak pernah lagi mengalami kutil kelamin setelah menjalani pengobatan awal.