MATAJAMBI.COM - Serpihan putih yang muncul di area alis sering kali membuat seseorang merasa risih dan kurang percaya diri, apalagi karena letaknya berada di wajah dan mudah terlihat. Kondisi ini dikenal sebagai ketombe alis, masalah kulit yang sebenarnya cukup umum dan bisa dialami siapa saja, baik pria maupun perempuan.
Ketombe alis terjadi akibat pengelupasan kulit yang berlebihan di sekitar alis. Selain tampilan bersisik, kondisi ini sering disertai rasa gatal, kemerahan, bahkan perih ringan. Jika dibiarkan, ketombe alis bisa makin parah dan sulit diatasi, terutama bila pemicunya tidak dikenali sejak awal.
Kulit di sekitar alis tergolong sensitif dan memiliki kelenjar minyak. Saat keseimbangan minyak dan kelembapan terganggu, kulit akan bereaksi dengan mengelupas. Faktor gaya hidup, kondisi lingkungan, hingga produk perawatan wajah turut berperan dalam memperparah masalah ini.
Salah satu penyebab paling umum adalah dermatitis seboroik, yaitu peradangan kulit kronis yang sering menyerang area berminyak seperti kulit kepala, dahi, hidung, dan alis. Pada alis, kondisi ini membuat kulit tampak kemerahan, bersisik, dan terasa gatal. Stres, perubahan hormon, serta cuaca ekstrem kerap memicu kekambuhan.
Kulit yang terlalu kering mudah mengelupas dan memunculkan serpihan putih. Hal ini sering terjadi akibat terlalu sering mencuci wajah dengan sabun keras, paparan AC atau udara dingin, serta kebiasaan melewatkan pelembap setelah mencuci muka.
Penggunaan pensil alis, gel alis, pembersih wajah, atau krim tertentu dapat memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif. Reaksi ini bisa menyebabkan kulit alis terasa panas, memerah, dan mengelupas. Sisa kosmetik yang tidak dibersihkan dengan sempurna juga dapat menyumbat pori dan memperparah peradangan.
Jamur Malassezia secara alami hidup di kulit manusia. Namun, saat produksi minyak berlebih dan kelembapan meningkat, jamur ini bisa berkembang tidak terkendali dan memicu ketombe di area alis. Kondisi ini biasanya disertai rasa gatal dan kemerahan.Stres berkepanjangan dapat memicu peradangan pada kulit karena peningkatan hormon tertentu. Selain itu, kurang tidur, pola makan tidak seimbang, serta jarang membersihkan wajah juga dapat memperburuk ketombe alis dan membuatnya sulit sembuh.
Ketombe alis umumnya bisa diatasi dengan perawatan sederhana di rumah jika dilakukan secara rutin dan tepat.
Cuci wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang lembut, bebas alkohol, dan tidak mengandung pewangi keras. Pembersihan yang tepat membantu mengangkat minyak berlebih dan sisa kosmetik tanpa merusak lapisan pelindung kulit.
Mengoleskan pelembap setelah mencuci wajah penting untuk menjaga keseimbangan kelembapan kulit. Pilih pelembap nonkomedogenik dan aman untuk kulit sensitif agar tidak memicu iritasi di area alis.
Jika ketombe muncul setelah memakai produk tertentu, sebaiknya hentikan penggunaannya sementara. Perhatikan apakah kondisi kulit membaik. Gunakan produk dengan label hypoallergenic untuk meminimalkan risiko iritasi.