Metronews

MC LCC MPR RI Minta Maaf, Tapi Publik Masih Pertanyakan Profesionalitas Acara

0

0

matajambi |

Rabu, 13 Mei 2026 07:03 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

MC LCC MPR RI Minta Maaf, Tapi Publik Masih Pertanyakan Profesionalitas Acara - (IST)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Kontroversi Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. Polemik yang bermula dari dugaan ketidakadilan penilaian dewan juri kini meluas hingga menyeret pembawa acara atau MC dalam kegiatan tersebut.

Warganet ramai-ramai meluapkan kekecewaan mereka setelah beredarnya video yang memperlihatkan respons MC perempuan dalam acara itu saat peserta dari SMAN 1 Pontianak menyampaikan protes terhadap keputusan juri.

MC bernama Shindy Lutfiana menjadi sorotan publik usai ucapannya dinilai tidak berpihak kepada peserta dan dianggap meremehkan perasaan siswa yang mempertanyakan hasil penilaian lomba.

Dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, Shindy sempat menyampaikan bahwa dewan juri merupakan pihak yang sangat kompeten dan teliti dalam mendengarkan jawaban peserta.

Baca Juga:

Kota Jambi Raih Penghargaan Tertinggi BPOM di Provinsi Jambi, Maulana Targetkan Predikat Pangan Aman “Unggul”

Namun, kalimat yang paling memicu kemarahan netizen adalah ketika ia menyebut bahwa keberatan peserta kemungkinan hanya “perasaan” semata.

Pernyataan tersebut langsung menuai kritik keras dari publik. Banyak netizen menilai ucapan itu terkesan melakukan gaslighting terhadap peserta yang sedang memperjuangkan keadilan atas penilaian lomba.

Gambar

Tak sedikit pula yang menyayangkan sikap MC dalam situasi yang dinilai sensitif di hadapan para siswa dan penonton.

Setelah polemik terus membesar, Shindy akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (12/5/2026).

Dalam klarifikasinya, ia mengakui bahwa ucapan “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja” merupakan kalimat yang tidak pantas disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara.

Baca Juga:

Gubernur Al Haris Lepas 442 JCH Kloter BTH 19, Ingatkan Jemaah Fokus Ibadah dan Jangan Sia-siakan Penantian Puluhan Tahun

Shindy menyebut dirinya menyadari penuh bahwa pernyataan tersebut telah memicu kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai banyak pihak yang mengikuti jalannya perlombaan.

Ia juga secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada peserta lomba, guru pendamping, pihak SMAN 1 Pontianak, hingga masyarakat Kalimantan Barat yang turut menyoroti polemik tersebut.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER