MATAJAMBI.COM - Masalah kulit akibat infeksi jamur masih menjadi keluhan umum di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu yang paling sering dialami adalah panu, kondisi yang kerap dianggap sepele tetapi dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.
Panu biasanya muncul dalam bentuk bercak pada kulit dengan warna yang beragam, mulai dari lebih terang, lebih gelap, hingga kemerahan. Selain menimbulkan rasa gatal, kondisi ini juga dapat menyebar ke area tubuh lain apabila tidak ditangani dengan tepat.
Banyak orang belum memahami bahwa panu memiliki beberapa jenis dengan ciri yang berbeda, sehingga sering kali disalahartikan sebagai penyakit kulit lain seperti kurap atau infeksi jamur lainnya.
Di Indonesia, terdapat beberapa jenis panu yang umum ditemukan. Salah satunya adalah panu hipopigmentasi yang ditandai dengan bercak berwarna lebih terang dibandingkan kulit di sekitarnya.
Bercak ini biasanya berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang sedikit bersisik dan sering muncul di bagian dada, punggung, bahu, serta lengan atas. Pada orang dengan kulit gelap, jenis ini terlihat lebih mencolok karena perbedaan warna yang cukup kontras.
Selain itu, ada panu hiperpigmentasi yang ditandai dengan bercak berwarna lebih gelap dari kulit normal. Jenis ini sering kali kurang disadari karena perubahannya tidak terlalu mencolok, terutama pada kulit gelap. Meski begitu, tekstur kulit pada area tersebut biasanya terasa berbeda saat diraba. Panu ini umumnya muncul di leher, dada bagian atas, dan punggung, serta dapat berkembang secara perlahan dan meluas.
Jenis lainnya adalah panu eritematosa yang memiliki ciri bercak kemerahan akibat adanya peradangan ringan pada kulit. Dibandingkan jenis lain, panu ini biasanya terasa lebih gatal dan mudah mengalami iritasi. Warna kemerahan dapat terlihat semakin jelas ketika suhu tubuh meningkat, misalnya setelah berolahraga atau saat berkeringat.Ada juga panu folikular yang muncul dalam bentuk bintik-bintik kecil di sekitar folikel rambut. Bercak ini dapat berwarna putih, cokelat, atau kemerahan tergantung pada kondisi kulit penderitanya. Jika diraba, permukaannya terasa agak kasar. Jenis ini sering muncul di lengan, paha, dan kaki, serta berpotensi menyebar dan menyatu jika tidak segera ditangani.
Panu sendiri disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Malassezia yang secara alami memang terdapat di kulit. Dalam kondisi tertentu, seperti lingkungan yang panas dan lembap, jamur ini dapat berkembang lebih cepat dan memicu infeksi.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko panu antara lain adalah kulit yang sering berkeringat, kebiasaan jarang mengganti pakaian setelah beraktivitas, penggunaan pakaian yang terlalu ketat, serta kondisi daya tahan tubuh yang menurun.
Untuk mencegah panu, menjaga kebersihan tubuh menjadi langkah yang sangat penting. Mandi secara rutin terutama setelah berkeringat, mengeringkan tubuh sebelum memakai pakaian, serta memilih bahan pakaian yang mampu menyerap keringat dapat membantu mengurangi risiko infeksi. Selain itu, penting juga untuk tidak berbagi barang pribadi seperti handuk dan pakaian agar penularan dapat dicegah.
Meski panu bukan penyakit berbahaya, kondisi ini tetap perlu ditangani dengan baik agar tidak menyebar dan semakin sulit diatasi. Perlu diingat bahwa tidak semua bercak pada kulit merupakan panu.